Pemerintah Kota Bandung sedang menyelidiki penebangan tujuh pohon di kawasan Dago Atas yang diduga terkait dengan proyek pembangunan hotel. Wali Kota Muhammad Farhan mengonfirmasi adanya penebangan tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan bertujuan untuk memastikan izin dan pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, Pemkot berencana untuk melakukan penanaman kembali pohon sebagai langkah pemulihan, sementara total 35 pohon telah ditebang di beberapa lokasi lainnya di Bandung dalam beberapa bulan terakhir.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (ANTARA/HO-IBL)
JAKARTA, AFU.ID— Tujuh pohon di Jalan Ir H Juanda atau kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, ditebang. Pemerintah Kota Bandung kini menyelidiki dugaan penebangan tersebut berkaitan dengan proyek pembangunan hotel di sekitar lokasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan adanya penebangan pohon di kawasan tersebut.
Tujuh pohon dengan ukuran berbeda itu ditebang di tiga titik dan lokasi kini telah dipasangi garis pembatas. Pemkot Bandung juga akan memeriksa bangunan-bangunan di sekitar lokasi untuk mengetahui apakah terdapat kaitan antara aktivitas pembangunan dengan penebangan pohon. "Itu yang sedang diselidiki. Kalau saya sih melihatnya ada indikasi. Nah, indikasi ini kan mesti menjadi sebuah BAP, berita acara pemeriksaan," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa (11/8/2026).
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah penebangan tersebut memiliki izin serta mengetahui pihak yang bertanggung jawab. Pemkot Bandung belum menyimpulkan siapa pelaku maupun apakah penebangan benar-benar dilakukan untuk kepentingan pembangunan hotel. Kasus di Dago menambah daftar penebangan pohon yang terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir.
Farhan menyebut total terdapat 35 pohon yang telah ditebang di sejumlah lokasi. Selain tujuh pohon di Dago, penebangan juga ditemukan di Jalan RE Martadinata dan kawasan Cijerah. Pemkot Bandung masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah lokasi lain, termasuk Jalan Sawunggaling. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui apakah penebangan dilakukan sesuai prosedur atau justru tanpa izin.
Di tengah penyelidikan, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah pemulihan dengan menanam kembali pohon di lokasi yang sebelumnya mengalami penebangan. Pekan depan, Pemkot Bandung berencana menanam 10 bibit mahoni dengan tinggi sekitar lima meter di kawasan perempatan Jalan LLRE Martadinata dan Jalan Cihapit. Penanaman kembali tersebut akan dilakukan bersamaan dengan penataan trotoar di sepanjang ruas jalan tersebut.
Selain itu, pihak yang bertanggung jawab atas penebangan 10 pohon di kawasan Jalan LLRE Martadinata-Cihapit telah menyanggupi penanaman 1.000 bibit pohon sebagai bentuk sanksi. Bibit tersebut akan disebar ke sejumlah ruang terbuka hijau di Kota Bandung, termasuk kawasan Bandung Timur. Pemkot Bandung masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan status penebangan tujuh pohon di Dago Atas dan dugaan keterkaitannya dengan proyek pembangunan hotel. (FAD)