JAKARTA, AFU.ID — Misteri pengelupasan kulit 11 pohon di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Sosok yang diduga melakukan aksi tersebut ternyata seorang pria lanjut usia berusia lebih dari 80 tahun yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Identitas lansia tersebut diketahui setelah warga sekitar memberikan keterangan kepada petugas. Menurut warga, pria tersebut memang kerap melakukan aktivitas tidak biasa dan berulang kali menguliti pohon meski telah mendapat teguran dari warga maupun keluarganya. "Ada bapak-bapak usianya sudah tua, lebih dari 80 tahun. Dia yang suka ngupasin pohon di sini," kata Ujang, warga sekitar Jalan Pahlawan mengutip Kompas, Selasa (18/8/2026).
Ujang mengatakan warga dan keluarga lansia tersebut sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan agar aktivitas itu dihentikan. Namun, teguran tersebut belum membuat pria itu berhenti menguliti pohon. "Warga dan keluarganya sudah sering menegur, tapi namanya sudah tua dan perilakunya beda dari orang kebanyakan, jadi tetap dilakukan," ujar Ujang.
Setelah mendapat informasi dari warga, petugas gabungan Pemerintah Kota Bandung dan kepolisian mendatangi tempat tinggal lansia tersebut. Penanganan dilakukan secara persuasif dengan memberikan pembinaan, sekaligus mempertimbangkan kondisi usianya. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat sedikitnya 11 pohon di Jalan Pahlawan mengalami pengelupasan kulit batang. Pohon yang terdampak terdiri dari delapan pohon mahoni dan tiga pohon angsana. Sejumlah tanaman hias di sekitar lokasi juga disebut mengalami dampak.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan pengelupasan kulit pohon secara menyeluruh bukan merupakan tindakan perawatan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat membahayakan keberlangsungan hidup pohon karena berpotensi merusak lapisan kambium. "Kalau kita lihat, itu bukan tindakan perawatan, tapi tindakan yang bisa membahayakan pohon, mematikan pohon," ujar Darto.
Lapisan kambium memiliki peran penting dalam sistem kehidupan pohon. Jika bagian tersebut mengalami kerusakan parah, aliran nutrisi dan kebutuhan penting bagi pohon dapat terganggu sehingga tanaman berisiko mengering dan mati. Kondisi itu menjadi perhatian serius karena pohon-pohon tersebut berada di kawasan jalan raya yang ramai dilalui masyarakat. Jika pohon mengalami kerusakan semakin parah hingga kehilangan kekuatan, risiko tumbang dapat membahayakan pengguna jalan.
DLH Kota Bandung kemudian menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi seluruh pohon yang terdampak. Petugas melakukan penanganan dan menentukan langkah pemulihan agar pohon-pohon tersebut masih dapat diselamatkan. "Indikasinya kalau dilakukan seperti itu lama-lama kering dan tumbang, makanya segera kita tangani untuk pemulihan," tegas Darto saat meninjau lokasi, Selasa (18/8/2026).
Pemkot Bandung kini menjalankan dua penanganan secara bersamaan. Di satu sisi, petugas melakukan perawatan terhadap delapan pohon mahoni dan tiga pohon angsana yang mengalami kerusakan. Di sisi lain, pembinaan terhadap lansia yang diduga menguliti pohon dilakukan secara persuasif. Pemerintah juga terus memantau kondisi pohon-pohon tersebut untuk memastikan kerusakan tidak semakin parah. Penanganan segera dilakukan agar pohon yang berada di sepanjang Jalan Pahlawan tidak sampai mengering, tumbang, dan membahayakan masyarakat. (EER)