AFU.id

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak, Alokasi Program Bedah Rumah di Jakarta Loncat Drastis

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Program bedah rumah menghadapi tantangan serius terkait buruknya aspek legalitas kepemilikan lahan masyarakat di wilayah perkotaan. Kendala administratif itu memperlambat penuntasan hunian kumuh di tengah padatnya populasi penduduk, termasuk di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak, Alokasi Program Bedah Rumah di Jakarta Loncat Drastis
Kondisi permukiman di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, yang menjadi target penerima BSPS. (Foto: Kementerian PKP RI)

Antisipasi Pungutan Liar Program Bedah Rumah

Selain persoalan hukum agraria, transparansi dalam pengelolaan anggaran pengadaan material bangunan rentan terhadap praktik koruptif oknum lapangan. Penerapan skema pemilihan terbuka toko material berhasil mencatatkan penghematan anggaran belanja kelompok penerima sebesar 6,97%.

“Hasil efisiensi ini silakan dirundingkan bersama agar dapat dibelikan kembali bahan bangunan untuk masyarakat. Saya juga titip pesan, tidak boleh ada yang namanya pungutan liar. Tolong masyarakat ikut mengawasi, apabila ada pungli segera laporkan dan dokumentasikan,” pungkas Maruarar Sirait.

Lonjakan kuota pembenahan rumah hingga puluhan kali lipat di Jakarta menjadi angin segar bagi ratusan ribu warga miskin ekstrem. Namun, efektivitas program bedah rumah tersebut bergantung pada keberanian pemerintah daerah dalam memberantas mafia tanah dan pungli birokrasi. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi