JAKARTA AFU.ID — Sebuah peluru nyasar menembus rumah kontrakan warga di Jalan Nurul Hidayah, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu siang, Rabu, (20/5/2026). Proyektil tersebut jatuh ke ruang tamu dan nyaris mengenai seorang anak yang sedang belajar di dalam rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Penghuni rumah sempat mendengar suara keras dari arah atap sebelum benda diduga peluru jatuh ke lantai ruang tamu dan membuat plafon rumah berlubang.
Penghuni rumah, Hamidah, mengatakan peluru tersebut jatuh hanya beberapa meter dari anaknya yang saat itu tengah duduk belajar. “Anak saya lagi belajar di bawah situ. Untung pelurunya jatuh miring ke depan lemari, jadi tidak kena,” kata Hamidah.
Hamidah menjelaskan dirinya mendengar suara keras seperti ledakan yang berasal dari arah atap rumah bagian kiri.
Tak lama setelah suara tersebut terdengar, sebuah benda diduga peluru jatuh ke lantai ruang tamu. "Saya dengar suara seperti ledakan dari atas. Tidak lama kemudian ada peluru jatuh ke lantai. Pas saya pegang masih panas pelurunya," jelas Hamidah.
Setelah memastikan benda tersebut merupakan proyektil, Hamidah langsung mencari sumber jatuhnya peluru. Saat diperiksa, dia menemukan salah satu bagian plafon rumah telah berlubang menyerupai bekas tembakan.
Lubang tersebut berada tepat di atas area ruang tamu rumah kontrakan.
Beruntung, anak laki-lakinya yang berusia tujuh tahun selamat dari insiden tersebut meski saat kejadian sedang belajar di bawah lokasi plafon yang tertembus peluru.
Hamidah mengaku masih syok mengingat posisi jatuhnya peluru hanya berjarak dekat dari anaknya. Menurutnya, proyektil itu jatuh dengan posisi menyerong hingga akhirnya mendarat di depan lemari rumahnya.
Kejadian itu pun segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Tidak lama berselang, anggota Polsek Ciracas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kondisi rumah. Petugas sempat naik ke bagian atap dan genting rumah untuk mencari kemungkinan jalur masuk proyektil maupun titik asal tembakan.
Namun, hingga pemeriksaan awal selesai dilakukan, polisi belum menemukan lubang lain di bagian genting rumah.
Hamidah mengatakan pemeriksaan belum dilakukan secara menyeluruh di bagian belakang rumah karena kondisi bangunan yang dinilai rawan.
"Belakang belum diperiksa sama polisi karena takut jeblos juga kan," ucap Hamidah.
Peristiwa peluru nyasar tersebut membuat warga sekitar khawatir dan penasaran terkait asal proyektil yang masuk ke permukiman padat penduduk itu.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber peluru dan memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun tindak pidana dalam kejadian tersebut.
Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap asal tembakan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan permukiman padat. (ANT/RAI)