JAKARTA AFU.ID — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyebabkan banjir merendam ratusan rumah warga di sejumlah wilayah. Banjir diperparah setelah tanggul Sungai Godo jebol akibat tidak mampu menahan peningkatan debit air.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir mulai terjadi sejak Sabtu (23/5/2026) dini hari dan melanda wilayah Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus. Luapan sungai menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hujan berintensitas tinggi memicu meluapnya Sungai Godo hingga tanggul jebol. Sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak dan sekitar 50 rumah warga sempat terendam banjir.
Sementara itu, banjir yang lebih parah terjadi di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, pada Senin (25/5). Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, sedangkan genangan di dalam rumah warga mencapai sekitar 40 sentimeter.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan utama desa sehingga aktivitas warga lumpuh. Sejumlah warga terpaksa menerobos genangan menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki untuk beraktivitas.
Berdasarkan data sementara, sekitar 400 rumah terendam banjir dengan total 450 kepala keluarga atau lebih dari 1.000 jiwa terdampak. Warga menyebut banjir kali ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir.
“Airnya ada yang cuma 10 sentimeter, tapi ada juga yang sampai satu meter,” kata warga Desa Ketitang Wetan, Ismail.
Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha, mengatakan sedikitnya delapan desa di tiga kecamatan terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai. Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen karena wilayah tersebut berulang kali dilanda banjir dalam beberapa bulan terakhir.
BNPB memastikan tim BPBD Kabupaten Pati bersama unsur gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pemantauan debit sungai, serta pendataan dampak banjir. Meski genangan di sejumlah titik mulai surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali. (ANT/RAI)