JAKARTA, AFU.ID — Pakuwon Group buka suara terkait pemasangan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaannya di Surabaya yang belakangan menjadi perbincangan di media sosial. Manajemen menegaskan pemasangan pagar tersebut tidak berkaitan dengan isu krisis ekonomi maupun antisipasi penjarahan massal. Pagar dibangun sebagai bagian dari peningkatan keamanan, keselamatan pengunjung, dan peremajaan fasilitas di masing-masing mal.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pemasangan pagar dilakukan secara bertahap di Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Menurutnya, setiap mal memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga alasan pembangunan pagar tidak dapat disamaratakan. Ia memastikan seluruh pekerjaan telah direncanakan sebagai bagian dari pengelolaan aset perusahaan.
Sutandi menjelaskan pagar di Pakuwon Mall dipasang setelah pembangunan Radial Road di sekitar kawasan mal untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pejalan kaki. Sementara di Royal Plaza dan Pakuwon City Mall, pagar lama diganti karena kondisinya mulai berkarat setelah digunakan hampir satu dekade. Penggantian dilakukan menggunakan material yang lebih kokoh sekaligus sebagai bagian dari program peremajaan aset.
Berbeda dengan tiga mal lainnya, pagar di Tunjungan Plaza dibangun untuk memperkuat sistem pengamanan karena lokasinya berada di dekat Gedung Negara Grahadi yang kerap menjadi titik aksi unjuk rasa. Keberadaan pagar permanen membuat petugas keamanan tidak perlu lagi memasang dan membongkar barikade setiap kali demonstrasi berlangsung. "Kalau di TP ini memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Grahadi. Daripada pihak keamanan harus bolak-balik menggeret barikade," kata Sutandi, dikutip dari Detik.com, Senin (20/7/2026).
Ia juga membantah spekulasi warganet yang mengaitkan pembangunan pagar dengan kondisi ekonomi nasional maupun potensi kerusuhan sosial. Menurutnya, kinerja Pakuwon Group justru mencatat hasil positif sepanjang semester pertama 2026 dan seluruh laporan keuangan perusahaan dapat diakses secara terbuka karena berstatus perusahaan publik. "Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini," ujarnya.
Di akhir keterangannya, Sutandi mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pembangunan pagar di sejumlah mal milik Pakuwon Group. Ia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan berbagai informasi yang berkembang di media sosial. Manajemen kembali menegaskan pemasangan pagar murni dilakukan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan pengunjung, serta memperbarui fasilitas perusahaan. (RAI)
Empat Mal yang Dipasangi Pagar dan Alasannya
Berikut pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group yang dipasangi pagar besi beserta alasan pemasangannya:
Pakuwon Mall Surabaya: Pagar dipasang sebagai langkah antisipasi kecelakaan setelah pembangunan Radial Road di sekitar kawasan mal. Keberadaannya ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki yang menuju pusat perbelanjaan.
Tunjungan Plaza: Pagar dibangun untuk memperkuat sistem pengamanan karena lokasi mal berada di dekat Gedung Negara Grahadi yang kerap menjadi titik aksi unjuk rasa. Dengan pagar permanen, petugas keamanan tidak perlu lagi memasang barikade sementara saat demonstrasi berlangsung.
Royal Plaza: Pagar lama diganti karena kondisinya telah berkarat dan digunakan hampir 10 tahun. Penggantian dilakukan menggunakan material yang lebih kokoh sebagai bagian dari program peremajaan aset.
Pakuwon City Mall: Peremajaan pagar dilakukan bersamaan dengan Royal Plaza. Manajemen menyebut penggantian bertujuan memperbarui fasilitas yang telah menua dengan material yang lebih kuat.