JAKARTA, AFU.ID — Mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada usia 74 tahun, Minggu (12/07/26). Kabar wafatnya pemimpin yang dianggap sebagai arsitek kebangkitan Qatar modern itu diumumkan oleh Amiri Diwan atau kantor Emir Qatar. “Dengan hati yang teguh dalam keyakinan terhadap ketetapan dan takdir Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa ini atas wafatnya Yang Mulia Ayah Amir Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang meninggal dunia pagi ini pada usia 74 tahun. Semoga Allah merahmatinya,” demikian pernyataan Amiri Diwan.
Pemerintah Qatar belum mengumumkan penyebab wafatnya Syekh Hamad. Ia merupakan ayah dari Emir Qatar saat ini, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, yang menerima kekuasaan darinya pada Juni 2013. Syekh Hamad memimpin Qatar selama 18 tahun, sejak 1995 hingga 2013. Setelah turun dari takhta, ia menyandang gelar Father Amir atau Ayah Amir dan tetap menjadi figur berpengaruh serta dihormati masyarakat Qatar.
Penyerahan kekuasaan kepada Syekh Tamim menjadi peristiwa langka di kawasan Teluk karena dilakukan secara sukarela ketika Syekh Hamad masih hidup dan masih memegang kendali pemerintahan. Saat itu, ia menyatakan telah tiba waktunya bagi generasi baru untuk memikul tanggung jawab memimpin negara. Selama pemerintahannya, Qatar berkembang dari negara kecil di Teluk menjadi salah satu pemain utama dalam bidang energi, investasi, media, dan diplomasi internasional. Pengembangan cadangan gas alam yang besar menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pengaruh negara tersebut.
Syekh Hamad juga berada di balik pendirian jaringan berita Al Jazeera serta perluasan Qatar Airways dan berbagai proyek infrastruktur besar. Di bawah kepemimpinannya, Qatar memenangkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Dalam bidang diplomasi, Qatar mulai memainkan peran sebagai mediator dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan kawasan lain. Kebijakan luar negeri yang independen membuat Doha mampu menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, Iran, serta berbagai kelompok politik yang saling berseberangan.
Kebijakan tersebut turut mengundang kritik dan ketegangan dengan sejumlah negara tetangga. Namun, warisan kepemimpinan Syekh Hamad dinilai telah mengubah Qatar menjadi negara kaya energi dengan pengaruh politik dan ekonomi yang jauh melampaui luas wilayahnya.
Syekh Hamad tetap mendapat sambutan besar dari masyarakat meski telah lama meninggalkan kekuasaan. Ia hadir dalam pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar dan menerima tepuk tangan meriah dari para penonton di stadion. Wafatnya Syekh Hamad meninggalkan duka bagi keluarga kerajaan dan masyarakat Qatar. Rincian mengenai pemakaman serta masa berkabung resmi belum diumumkan dalam pernyataan awal Amiri Diwan. (RHU)