Kementerian Sosial (Kemensos) telah membawa Heru Baskoro (84), putra tokoh kemerdekaan Sayuti Melik, ke Sentra Kemensos di Bekasi setelah publik mengetahui kondisi hidupnya yang telantar. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa Heru akan menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan medis dan sosialnya, sementara Kemensos membuka kemungkinan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai kondisi yang ada. Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah baru mengetahui situasi tersebut melalui media sosial dan menekankan pentingnya data penerima bantuan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Mensos Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan jelang pelaksanaan rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
JAKARTA, AFU.ID – Kementerian Sosial membawa Heru Baskoro (84), putra tokoh kemerdekaan Sayuti Melik, ke Sentra Kemensos di Bekasi setelah kondisi hidupnya yang disebut telantar ramai diperbincangkan di media sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan tim Kemensos diterjunkan untuk memeriksa kondisi Heru. Ia kemudian dibawa ke sentra milik pemerintah untuk mendapatkan tempat tinggal sementara dan penanganan lebih lanjut.
“Sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi,” kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Selama tinggal di sentra, Heru akan menjalani asesmen untuk mengetahui kebutuhan medis, sosial, dan bentuk pendampingan yang diperlukan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi Kemensos dalam menentukan penanganan berikutnya.
Menurut Gus Ipul, proses rehabilitasi dapat mencakup pemeriksaan kesehatan hingga pendampingan sosial. Kemensos belum menentukan berapa lama Heru akan tinggal di sentra karena masih menunggu hasil asesmen. “Untuk sementara tinggal di sentra kita, kemudian kita lakukan pendampingan. Ke depan seperti apa tentu ini masih membutuhkan waktu,” ujarnya.
Kemensos juga membuka kemungkinan memberikan bantuan lanjutan, termasuk tempat tinggal yang lebih layak. Namun, bentuk bantuan akan disesuaikan dengan kondisi Heru dan program yang tersedia. “Semua kemungkinan ada. Tapi untuk sementara, kita siapkan hunian sementara di sentra kita sambil ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya,” kata Gus Ipul.
Kemensos Mengaku Baru Mengetahui
Gus Ipul membantah pemerintah sengaja membiarkan keluarga tokoh kemerdekaan hidup telantar. Ia menyatakan Kemensos baru mengetahui kondisi Heru setelah informasi tersebut menyebar di media sosial. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan pentingnya data penerima bantuan agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera terjangkau layanan pemerintah.
“Kita juga baru tahu. Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah data menjadi sangat penting,” ujarnya. Hingga kini, Kemensos belum berkomunikasi secara langsung dengan keluarga besar Sayuti Melik. Pemerintah masih memprioritaskan pemeriksaan kondisi Heru dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi.
Gus Ipul menjelaskan layanan tempat tinggal sementara di sentra Kemensos tidak hanya diberikan kepada keluarga pahlawan. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan pendampingan hingga kondisinya memungkinkan untuk kembali ke lingkungan keluarga atau masyarakat. “Layanan residensial di sini adalah menyiapkan tempat tinggal dalam kurun waktu tertentu sampai benar-benar penerima manfaat kembali ke lingkungan masing-masing,” kata Gus Ipul. (FAD)