AFU.id

Kejar Target WorldSkills ASEAN 2027, Kualitas SDM Industri Nasional Hadapi Standardisasi Global

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional memerlukan peningkatan masif, demi menjaga daya saing sektor manufaktur domestik di era transformasi digital.Langkah strategis itu menjadi penentu utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tak mengalami stagnasi di tengah penetrasi teknologi dunia.

Kejar Target WorldSkills ASEAN 2027, Kualitas SDM Industri Nasional Hadapi Standardisasi Global
Menperin RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin RI)

Standardisasi Global dan Tantangan Nyata Kualitas SDM Industri Nasional

Ajang internasional WorldSkills ASEAN 2027 menjadi target pembuktian mutu kompetensi para tenaga kerja muda lokal. Kemenperin RI memandang, kualitas SDM industri nasional yang mumpuni dapat menjadi modal utama untuk memenangkan kompetisi keahlian tingkat regional itu.

Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mentransfer pengetahuan otomasi tingkat tinggi secara berkelanjutan. Langkah pendampingan itu membekali tenaga pendidik dengan keterampilan permesinan modern yang mempunyai standardisasi mutu internasional.

Safri Susanto berharap, kurikulum baru tersebut mempercepat adopsi teknologi digital pada lini produksi pabrik domestik. “Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur ini, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global. Sehingga, mereka mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wulan Aprilianti Permatasari selaku Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin RI menginstruksikan jajarannya segera melakukan penapisan internal. Para guru dan dosen harus aktif membimbing siswa terbaiknya, agar siap bertanding dalam bidang lomba industri modern.

Wulan Aprilianti Permatasari menargetkan delegasi nasional mampu mendominasi perolehan medali pada kompetisi mendatang. “Kami juga mengharapkan para guru dan dosen yang telah mengikuti workshop ini dapat melakukan seleksi terhadap siswa dan mahasiswa potensial untuk dipersiapkan mewakili Indonesia dalam ajang WorldSkills ASEAN Tahun 2027 pada bidang lomba industri 4.0,” paparnya.

Catatan internal Kemenperin RI menunjukkan, unit pendidikan kementerian sukses meluluskan sebanyak 5.472 lulusan kompeten sepanjang 2025. Tingkat keterserapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur membuktikan akurasi penyerapan lulusan oleh pihak pasar kerja.

Kemenperin RI optimistis kemitraan global tersebut mampu mencetak tenaga kerja yang adaptif menyongsong target Indonesia Emas 2045. Namun, mereka harus menjaga transparansi tata kelola pendidikan agar realisasi kualitas SDM industri nasional tak sekadar menjadi komoditas angka semata. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi