Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kejar Target WorldSkills ASEAN 2027, Kualitas SDM Industri Nasional Hadapi Standardisasi Global
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional memerlukan peningkatan masif, demi menjaga daya saing sektor manufaktur domestik di era transformasi digital.Langkah strategis itu menjadi penentu utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tak mengalami stagnasi di tengah penetrasi teknologi dunia.
Menperin RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin RI)
JAKARTA, AFU.ID — Kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional memerlukan peningkatan masif, demi menjaga daya saing sektor manufaktur domestik di era transformasi digital. Langkah strategis itu menjadi penentu utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tak mengalami stagnasi di tengah penetrasi teknologi dunia.
Melansir website Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), Minggu (14/6/2026), sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang kontribusi sebesar 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan I-2026. Sektor padat karya itu juga sukses menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar hingga mencapai 20,26 juta orang.
Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan pembangunan tenaga kerja unggul merupakan kunci utama penggerak perekonomian. Kebijakan akselerasi itu berupaya menjawab tantangan pergeseran lanskap operasional pabrik modern yang kini telah berbasis teknologi tinggi.
“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia, menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Langkah penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi, merupakan bagian nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi transformasi Making Indonesia 4.0,” ungkap Menperin Agus.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin RI pun langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan menggelar lokakarya digital. Mereka juga menjalin kolaborasi taktis bersama PT Festo selaku korporasi penyedia solusi otomasi dan edukasi global.
Salah satunya adalah penyelenggaraan Workshop Industry 4.0 Skills-1 yang telah berlangsung secara daring pada 20-21 Mei 2026 lalu. Agenda itu menyasar peningkatan kapasitas guru dan dosen di lingkungan institusi pendidikan kedinasan milik pemerintah.
Kepala BPSDMI Kemenperin RI, Doddy Rahadi, menjelaskan perkembangan otomasi, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap industri. Lembaga pendidikan vokasi harus beradaptasi cepat, guna memasok tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar masa depan.
Penguatan kapasitas tersebut juga berfungsi sebagai instrumen seleksi dini, terutama bagi para taruna berprestasi di tanah air. “BPSDMI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen. Juga pengembangan kurikulum berbasis industri serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global,” tutur Doddy Rahadi.
Standardisasi Global dan Tantangan Nyata Kualitas SDM Industri Nasional
Ajang internasional WorldSkills ASEAN 2027 menjadi target pembuktian mutu kompetensi para tenaga kerja muda lokal. Kemenperin RI memandang, kualitas SDM industri nasional yang mumpuni dapat menjadi modal utama untuk memenangkan kompetisi keahlian tingkat regional itu.
Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mentransfer pengetahuan otomasi tingkat tinggi secara berkelanjutan. Langkah pendampingan itu membekali tenaga pendidik dengan keterampilan permesinan modern yang mempunyai standardisasi mutu internasional.
Safri Susanto berharap, kurikulum baru tersebut mempercepat adopsi teknologi digital pada lini produksi pabrik domestik. “Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur ini, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global. Sehingga, mereka mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wulan Aprilianti Permatasari selaku Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin RI menginstruksikan jajarannya segera melakukan penapisan internal. Para guru dan dosen harus aktif membimbing siswa terbaiknya, agar siap bertanding dalam bidang lomba industri modern.
Wulan Aprilianti Permatasari menargetkan delegasi nasional mampu mendominasi perolehan medali pada kompetisi mendatang. “Kami juga mengharapkan para guru dan dosen yang telah mengikuti workshop ini dapat melakukan seleksi terhadap siswa dan mahasiswa potensial untuk dipersiapkan mewakili Indonesia dalam ajang WorldSkills ASEAN Tahun 2027 pada bidang lomba industri 4.0,” paparnya.
Catatan internal Kemenperin RI menunjukkan, unit pendidikan kementerian sukses meluluskan sebanyak 5.472 lulusan kompeten sepanjang 2025. Tingkat keterserapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur membuktikan akurasi penyerapan lulusan oleh pihak pasar kerja.
Kemenperin RI optimistis kemitraan global tersebut mampu mencetak tenaga kerja yang adaptif menyongsong target Indonesia Emas 2045. Namun, mereka harus menjaga transparansi tata kelola pendidikan agar realisasi kualitas SDM industri nasional tak sekadar menjadi komoditas angka semata. (ADR)