JAKARTA, AFU.ID — Rantai industri sawit nasional tetap berjalan normal selama masa transisi masuknya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Demikian salah satu hasil pertemuan antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dengan para pelaku industri sawit nasional.
Mereka terdiri dari perusahaan refinery, eksportir, asosiasi petani, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan.
Sebagai informasi, PT DSI hadir untuk menjalankan kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas kelapa sawit (crude palm oil/CPO), batu baru, dan ferro alloys (paduan besi).
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menyampaikan pemerintah telah memberi kepastian mengenai peran PT DSI dan tahapan implementasi kebijakan tersebut.
“Seluruh pihak memahami bahwa PT DSI berfungsi sebagai pengelola maupun pengawas kebijakan ekspor satu pintu secara transparan dan akuntabel,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari website Kementan RI, Minggu (31/5/2026).
“Pemerintah juga memberikan masa transisi mulai 1 Juni sampai 31 Agustus 2026, sebelum implementasi penuh pada 1 Januari 2027,” sambungnya.
Sudaryono lantas menegaskan, PT DSI yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tak akan mengambil keuntungan dari setiap transaksi perdagangan.
Pemerintah RI juga memastikan masa transisi implementasi kebijakan baru tak akan menghambat aktivitas usaha di seluruh rantai industri sawit nasional.
“Selama masa transisi berlangsung, seluruh kegiatan usaha industri sawit baik refinery, eksportir maupun rantai perdagangan lainnya tetap berjalan normal tanpa hambatan,” tutur Wamentan Sudaryono.
Sementara itu, Qayuum Amri selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Sekjen Apkasindo) pun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah RI.
Qayuum Amri menilai, intervensi pemerintah melalui Kementan RI mulai berdampak terhadap perbaikan harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah daerah.
“Hasilnya sudah terbukti, walaupun ada sedikit kenaikan harga TBS sebesar 50 rupiah per kilogram,” ujarnya. (ADR)