Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Sebanyak tujuh sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tengah direvitalisasi untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar. Program tersebut menyasar sekolah-sekolah yang dinilai membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana guna menunjang kualitas pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Umar Wirahadi Kusuma, Minggu (7/6/2026) mengatakan revitalisasi mencakup enam SMP negeri dan satu SMP swasta yang tersebar di sejumlah wilayah Natuna. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total anggaran sekitar Rp3,8 miliar.
Sekolah yang direvitalisasi meliputi SMP Negeri 1 Midai, SMP Negeri 1 Pulau Laut, SMP Negeri 1 Pulau Panjang, SMP Negeri 1 Pulau Seluan, SMP Negeri 1 Serasan Timur, SMP Negeri 2 Bunguran Timur Laut, dan SMP Nurul Jannah Bandarsyah. “Pengerjaan tengah berjalan,” Kata Umar.
Ia menjelaskan, bantuan revitalisasi diberikan setelah adanya usulan yang diajukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Natuna melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kepada pemerintah pusat. Menurut dia, usulan tidak hanya diajukan untuk tujuh sekolah yang kini memperoleh bantuan, melainkan seluruh SMP negeri dan swasta yang dinilai membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kita usulkan semua. SMP negeri ada 25 unit, swasta ada tiga unit. Saat ini yang disetujui ada enam unit negeri dan satu swasta yakni SMP Nurul Jannah Bandarsyah,” ujarnya. Ia menambahkan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2S) di masing-masing sekolah.
Tujuannya agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan satuan pendidikan. "Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas fasilitas pendidikan semakin baik sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Natuna," katanya. (ANT/RAI)