AFU.id

Keterbatasan Fasilitas Permanen Akut, Akses Pendidikan Berkualitas di Jakarta Dipaksa Ekspansi

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat miskin perkotaan sering kali terhambat oleh minimnya ketersediaan ruang kelas baru yang representatif. Kelangkaan infrastruktur sekolah di wilayah padat penduduk memicu ketimpangan sosial yang semakin mendalam.

Keterbatasan Fasilitas Permanen Akut, Akses Pendidikan Berkualitas di Jakarta Dipaksa Ekspansi
Mensos RI, Saifullah Yusuf bersama Gubernur DKI Jakarta, yakni Pramono Anung. (Foto: Kemensos RI)

Kendala Ketersediaan Lahan Menghambat Akses Pendidikan Berkualitas

Sementara itu, target perluasan daya tampung kelas massal menuntut kesiapan penyediaan lahan strategis di tengah padatnya tata ruang ibu kota. Pemerintah pusat menginstruksikan percepatan pembangunan guna mengakomodasi lonjakan jumlah pendaftar baru dari keluarga prasejahtera.

"Saya tentu juga menyambut baik karena pak Gubernur ingin menyambut harapan Presiden agar khusus DKI Jakarta ada tambahan sekolah rintisan yang bisa menampung tidak kurang dari seribu siswa Sekolah Rakyat di Jakarta," urai Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Mengenai rencana tersebut, penyediaan 10 titik lokasi rintisan disiapkan secara simultan dengan target 8 gedung di antaranya telah memasuki fase pembenahan fisik. Kendala utama terletak pada minimnya jumlah fasilitas permanen karena wilayah ibu kota saat ini tercatat baru memiliki 1 gedung sekolah definitif.

"Jadi kami akan secara mendalam menyiapkan lokasi yang mungkin bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat dengan seribu siswa," ujar Pramono Anung.

Pada dasarnya, keberhasilan pemenuhan akses pendidikan berkualitas di wilayah urban sangat bergantung pada komitmen penyediaan lahan bebas sengketa oleh pemerintah daerah. Tanpa adanya percepatan koordinasi lintas sektoral untuk menuntaskan renovasi gedung rintisan, ambisi penambahan ruang kelas baru hanya akan memicu penumpukan siswa tanpa diimbangi mutu pembelajaran yang memadai. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi