JAKARTA, AFU.ID — Lokasi bekas penambangan andesit CV Jati Kencana Beton di Desa Kandangan dan Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi agrowisata.
"Sekarang tambang ini masih aktif. Sudah lama ditambang, lokasi ini sudah mulai direklamasi. Informasi dari pengusaha, rencana akan digunakan untuk agrowisata," kata Kepala Desa Kandangan Paryanto, di Kabupaten Semarang, Rabu, (13/5/2026).
Menurut dia, pengusaha tambang menyampaikan pengembangan kawasan agrowisata di bekas lahan penambangan andesit itu ke depannya tetap akan melibatkan masyarakat.
"Dari pengusaha sudah bertemu dengan kita dan sebisa mungkin ke depan akan tetap melibatkan masyarakat,' katanya.
Tambang batu andesit di lokasi tersebut dibuka sekitar tahun 1980-an, dan sejak tahun 2000, pihak perusahaan konsisten melakukan penanaman pohon dan reklamasi pada lahan yang sudah lama ditambang.
Terbaru, dilakukan penanaman pohon oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dan forkopimda, Rabu ini.
Menurut dia, upaya itu bisa untuk memulihkan kondisi lingkungan setelah lokasi tersebut dilakukan aktivitas penambangan.
Paryanto menambahkan bahwa reklamasi untuk memperbaiki lahan bekas tambang itu sangat bagus, dan berharap ketika nanti menjadi agrowisata bisa menambah dampak ekonomi masyarakat sekitar.
"Otomatis dengan adanya agrowisata di sini akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat kami. Apalagi banyak wisatawan yang datang ke sini," katanya.
Direktur CV Jati Kencana Beton Arif Adi Wartono mengatakan, reklamasi yang dilakukan sebagai bentuk komitmennya untuk menjaga lingkungan yang berkelanjutan, baik untuk perusahaan maupun masyarakat sekitar.
"Aktivitas penambangan batu andesit di sini berjalan selaras dengan pemulihan ekosistem lingkungan," kata dia.
Selama ini, kolaborasi antara CV Jati Kencana Beton dengan masyarakat sudah terjalin dengan baik melalui program pemberdayaan masyarakat dan corporate social responsibility (CSR), termasuk di dalamnya penyerapan tenaga kerja lokal untuk tenaga teknis dan tim reklamasi.
"Tempat ini akan menjadi sentra perkebunan buah-buahan produktif dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, dan sirkuit offroad. Kami ingin memastikan bahwa setelah penambangan berakhir masyarakat lokal tetap memiliki sumber penghidupan berkelanjutan dari sektor pariwisata hijau," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi CV Jati Kencana Beton dalam melakukan reklamasi pascatambang.
Menurut dia, komitmen pascatambang merupakan salah satu syarat ketika mengurus izin tambang karena eksplorasi sumber daya alam di Jawa Tengah tidak hanya mementingkan sisi ekonomi tetapi juga mengedepankan kelestarian alam dan lingkungan.
"Jangan sampai selesai ditambang lalu ditinggal begitu saja, harus dihutankan atau ditanam kembali, dihijaukan kembali. Apalagi ini melibatkan masyarakat, harus dicontoh yang lain," katanya. (ANT/RHU)