AFU.ID, JAKARTA - Komis I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta Pemerintah aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono memperingatkan bahwa eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu efek domino.
Selain mengganggu stabilitas ekonomi, kepentingan nasional Indonesia berpotensi terkena imbas dari ketegangan antara ketiga negara tersebut.
Terlebih lagi, adanya laporan serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, yakni Ayatollah Ali Khamenei.
Dave Laksono menilai situasi tersebut menuntut kesiapan penuh Pemerintah RI dalam mengantisipasi dampak yang meluas ke dalam negeri.
“Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah menuntut kesiapan penuh dari Pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi berbagai dampak terhadap kepentingan nasional,” ungkapnya di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, dampak konflik tak hanya terbatas pada aspek keamanan global, melainkan ikut mengancam sektor energi dan rantai pasok perdagangan internasional.
Ia bahkan mewaspadai adanya gejolak harga minyak dunia yang dapat menekan stabilitas ekonomi nasional.
“Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak pasar energi dan terganggunya rantai pasok global,” tuturnya.
“Itu karena keduanya dapat berimplikasi langsung pada stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Guna menghadapi kemungkinan konflik yang semakin meluas, Dave menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian maupun lembaga dalam menyusun skenario kontinjensi yang efektif dan terintegrasi.
Selain langkah domestik, Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil peran diplomatik yang lebih konstruktif sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mendorong pemerintah untuk aktif bersuara di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar bersikap netral, tetapi juga aktif mendorong terciptanya perdamaian,” tegasnya.
Situasi di Timur Tengah saat ini telah memberikan dampak nyata bagi Indonesia, mulai dari upaya Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas Rupiah, pemantauan ketat rute internasional oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, hingga terganggunya jadwal penerbangan jemaah umrah.