Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) menutup sementara operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian berlangsung selama 10 hari sesuai hasil evaluasi tim gabungan di lapangan. Hingga hari terakhir operasi, masih terdapat 14 korban yang belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, operasi SAR pada dasarnya dilaksanakan selama tujuh hari sesuai prosedur, kemudian diperpanjang tiga hari setelah mempertimbangkan hasil evaluasi di lapangan. Meski demikian, keputusan akhir tetap akan ditetapkan usai evaluasi yang dilakukan pada Jumat (24/7/2026). "Instruksi dari pimpinan pusat, hari ke-10 ditutup sementara," ujar Arif. Penghentian operasi ini tidak berarti pencarian berakhir sepenuhnya. Basarnas tetap akan merespons apabila ada laporan masyarakat mengenai keberadaan korban dengan membuka kembali operasi untuk proses evakuasi. Setelah dievakuasi, jenazah korban akan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan memusatkan penyisiran di sekitar Pulau Sabalana, Pulau Sanana, hingga Pulau Mattalang setelah dua korban ditemukan meninggal dunia pada hari ketujuh operasi. Wilayah tersebut dipilih karena terdapat puluhan pulau kecil yang tidak berpenghuni dan diduga berpotensi menjadi lokasi korban terdampar. "Kami berharap di pulau-pulau tak berpenghuni ini mereka ada di sana. Apabila ditemukan, kami langsung melaksanakan evakuasi," kata Arif.
Berdasarkan keterangan tujuh korban selamat, sebanyak 19 penumpang sempat bertahan menggunakan satu rakit sebelum akhirnya membaginya menjadi empat rakit yang terpisah di tengah laut. Rakit-rakit tersebut masing-masing berisi empat hingga enam orang sehingga proses pencarian dilakukan dengan memperhitungkan kemungkinan lokasi korban hanyut ke arah yang berbeda. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan nelayan di wilayah Kepulauan Pangkep untuk memperluas pemantauan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Hasil verifikasi terbaru menunjukkan jumlah penumpang KM Nurul Salsa sebanyak 76 orang, berkurang dari data awal yang mencatat 78 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 orang berhasil diselamatkan dan empat korban ditemukan meninggal dunia, sementara 14 lainnya masih dinyatakan hilang. Basarnas menegaskan operasi dapat kembali dibuka sewaktu-waktu apabila terdapat informasi baru mengenai keberadaan para korban. (RAI)