AFU.id

132 Haktare Lahan Terdampak Karhutla Gambut Nagan Raya Aceh, Api Bawah Tanah Jadi Tantangan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gambut Nagan Raya, Aceh, telah mempengaruhi sekitar 132 hektare lahan, dengan penanganan yang berlangsung selama sembilan hari hingga kini belum sepenuhnya padam karena adanya api dan bara yang masih berada di bawah permukaan tanah. Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat terus melakukan pemadaman serta pemantauan untuk mencegah perluasan kebakaran, sementara tantangan penanganan ini diperparah oleh kondisi medan yang sulit. Kementerian Kehutanan RI mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan dalam menghadapi musim kemarau untuk mengurangi risiko kebakaran lebih lanjut.

132 Haktare Lahan Terdampak Karhutla Gambut Nagan Raya Aceh, Api Bawah Tanah Jadi Tantangan
Tim Manggala Agni Daops Sumatra I/Sibolangit Kemenhut RI berusaha memadamkan Karhutla Gambut Nagan Raya Aceh di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. (Foto: Kemenhut RI)

Karhutla Gambut Nagan Raya Aceh Butuh Pemadaman Berkelanjutan

Di sisi lain, koordinator lapangan bersama para pemangku kepentingan melakukan pemantauan dan pemadaman secara bergantian. Pergantian personel terus berjalan untuk menjaga efektivitas operasi sekaligus memastikan penanganan berlangsung tanpa terputus. Pendekatan itu penting karena api bawah permukaan dapat kembali muncul setelah area permukaan terlihat padam.

Kemenhut RI lantas mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Penguatan patroli, deteksi dini, dan respons cepat menjadi langkah sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Kerentanan ekosistem gambut membuat pencegahan tetap menjadi strategi utama, bukan sekadar respons setelah kebakaran meluas.

Dengan luas lahan gambut yang terdampak sekitar 132 hektare dan baru 10 hektare yang berhasil dipadamkan, operasi tersebut menunjukkan besarnya tantangan pengendalian kebakaran gambut. Ancaman terbesar bukan hanya perluasan area terbakar, melainkan kemampuan api bertahan di bawah tanah tanpa terlihat. Alhasil, keberhasilan penanganan sangat bergantung pada konsistensi pemadaman, pemantauan, serta pencegahan munculnya kembali titik api. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi