JAKARTA, AFU.ID — Pengamat politik Hendri Satrio memenuhi panggilan Direktorat Jenderal Pajak setelah menghadirkan ekonom Ferry Latuhihin dalam podcast miliknya. Pemeriksaan berfokus pada ada atau tidaknya bayaran yang diterima Ferry sebagai narasumber. Hendri menyatakan tidak memberikan honor berupa uang.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu mengatakan dirinya menerima surat resmi untuk memberikan keterangan mengenai pemeriksaan pajak Ferry. Ia kemudian mendatangi kantor pajak di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. “Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu saja. Mas Hensa mengundang Prof Ferry Latuhihin dikasih apa? Dikasih honor, ya?” kata Hensa, Rabu (05/08/2026).
Hensa menjelaskan dirinya tidak pernah memberikan bayaran uang kepada Ferry maupun narasumber lain yang hadir dalam podcast. Menurut dia, narasumber biasanya hanya menerima buah atau kue sebagai tanda terima kasih. Saat Ferry hadir, Hensa mengaku memberikan kue senilai sekitar Rp125 ribu hingga Rp150 ribu. “Tidak pernah kasih uang. Semua narasumber saya pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Saya ingat waktu itu Prof Ferry saya kasih cookies, paling Rp150 ribu,” ujarnya.
Hensa menyebut kedatangan Ferry ke podcast bukan hubungan kerja berbayar. Menurut dia, Ferry datang untuk menyampaikan pandangannya, sementara kanal podcast memperoleh materi dan penonton dari pembicaraan tersebut. Karena tidak terdapat honor, Hensa menilai proses klarifikasinya dapat diselesaikan dengan cepat.
Ia juga mengaku mengetahui sejumlah pengelola podcast lain menerima panggilan terkait pemeriksaan pajak Ferry. Hensa menyebut nama Akbar Faisal dan Rhenald Kasali ketika menceritakan bahwa dirinya tidak sendirian. Namun, belum terdapat keterangan langsung dari keduanya mengenai isi maupun hasil pemeriksaan tersebut.
Meski dipanggil untuk memberikan keterangan, Hensa mengapresiasi sikap petugas pajak yang memeriksanya. Ia mengatakan pertanyaan tidak melebar ke persoalan lain dan hanya berfokus pada dugaan pendapatan Ferry dari kegiatan podcast. Pemanggilan Hensa menjadi perkembangan baru setelah Ferry mengaku beberapa kali didatangi petugas pajak di rumahnya.
Ferry sebelumnya menyebut petugas membawa surat yang memuat dugaan kepemilikan sejumlah mobil mewah yang tidak dilaporkan. Ia membantah memiliki kendaraan tersebut dan menilai pemeriksaan berkaitan dengan sikapnya yang kerap mengkritik kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ferry juga menilai pemanggilan pihak-pihak yang pernah mengundangnya menjadi narasumber sebagai perlakuan yang tidak wajar.
Ia menuding pemeriksaan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan, tetapi tuduhan itu masih merupakan pernyataan Ferry dan belum dibuktikan. Afu.id sebelumnya telah memberitakan pengakuan Ferry mengenai dugaan intimidasi petugas pajak dan rencana menempuh langkah hukum. Pada saat itu, Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Hingga berita ini disusun, DJP belum memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan sejumlah pengelola podcast dimintai keterangan, berapa pihak yang telah dipanggil, serta status pemeriksaan pajak terhadap Ferry. Belum diketahui pula apakah klarifikasi mengenai honor narasumber akan dilanjutkan kepada pihak lain. (RHU)