JAKARTA AFU.ID — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan biaya tambahan yang timbul dalam kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak dibebankan kepada negara, melainkan ditanggung secara pribadi oleh Presiden.
Penegasan itu disampaikan Teddy untuk menjawab berbagai sorotan mengenai biaya perjalanan luar negeri Presiden, termasuk kritik yang sebelumnya disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya (biaya tambahan) dari yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy, Senin, (2/6/2026).
Hal itu sekaligus menjawab sorotan Dino terkait kunjungan luar negeri yang dinilai menghabiskan biaya besar dalam salah satu video yang diunggah di akun media sosial miliknya.
Teddy juga menjelaskan jumlah anggota rombongan yang berangkat dalam perjalanan ke luar negeri Presiden juga sudah berkurang dari periode sebelumnya.
"Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," katanya.
Seskab juga menjelaskan kunjungan Kepala Negara dilakukan salah satunya untuk membangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan negara masing-masing.
Hal itu penting mengingat dinamika global saat ini, mulai dari konflik di Ukraina sampai dengan krisis di Timur Tengah.
Beberapa manfaat yang didapat Indonesia dari hubungan yang baik itu termasuk stok bahan bakar minyak (BBM) terjaga, harga subsidi BBM tidak naik, dan keamanan persediaan pangan.
Teddy menyoroti implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ditargetkan mulai berlaku pada 2027, yang akan memberlakukan tarif nol persen untuk komoditas utama Indonesia. (ANT/RAI)