AFU.id

Target “Kandang Gajah” di Jateng V Dinilai Terlalu Jauh, Kursi PAN-PKB Justru Terancam?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadikan Jawa Tengah V sebagai "kandang gajah" dinilai terlalu ambisius, mengingat dominasi PDI Perjuangan yang menguasai tiga dari delapan kursi di daerah tersebut. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, berpendapat bahwa PSI sebaiknya lebih realistis dengan mengejar satu kursi melalui pencalonan Kaesang Pangarep, yang berpotensi menggerakkan suara di Kota Solo. Meskipun pencalonan Kaesang dapat mempengaruhi dinamika pemilihan, PAN dan PKB juga terancam kehilangan kursi jika PSI berhasil lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2029, mengingat perolehan suara yang ketat di Dapil ini.

Target “Kandang Gajah” di Jateng V Dinilai Terlalu Jauh, Kursi PAN-PKB Justru Terancam?
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Kursi PAN dan PKB Terancam?

PAN dan PKB dinilai lebih berpotensi tertekan apabila PSI mampu lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2029. Perolehan suara ketiga partai di Jawa Tengah V pada pemilu sebelumnya hanya terpaut tipis. PSI mengumpulkan 134.249 suara pada Pemilu 2024. Jumlah tersebut lebih tinggi 114 suara dibandingkan PAN yang memperoleh 134.135 suara dan unggul 1.359 suara atas PKB dengan 132.890 suara.

Meski memperoleh suara lebih tinggi, PSI tidak mengikuti pembagian kursi karena gagal memenuhi ambang batas parlemen secara nasional. PAN dan PKB masing-masing berhasil mengamankan satu kursi DPR. Kursi PAN diperoleh Muhammad Hatta yang meraih 72.369 suara. Sementara itu, Mohamad Toha dari PKB terpilih setelah mengumpulkan 67.215 suara.

Adi menilai persaingan di Jawa Tengah V tidak hanya melibatkan PSI dan PDI-P. Kedekatan perolehan suara membuat partai-partai pemilik satu kursi juga berpotensi terdampak apabila PSI mampu meningkatkan dukungan. “Jangan hanya PDI-P yang dilihat, tapi lihat partai lain di dapil ini yang potensial tergerus,” ujarnya. Namun, pencalonan Kaesang tidak otomatis membuat PAN atau PKB kehilangan kursi.

Kehadirannya dapat mendorong partai-partai yang telah memiliki wakil untuk memperkuat konsolidasi dan mempertahankan basis pemilih. “Bisa saja majunya Kaesang membuat partai-partai lain makin solid supaya tidak tergerus. PSI juga bisa tidak dapat apa-apa,” kata Adi. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi