Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Siapa Nuzran Joher? Ini Profil dan Rekam Jejak Ketua Baru Ombudsman RI Pengganti Hery Susanto
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Nuzran Joher resmi menjadi Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026-2031. (Dok. Istimewa)
JAKARTA,AFU.ID — Nuzran Joher resmi menjadi Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026-2031 setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Rapat Paripurna, Selasa (18/8/2026). Ia dipercaya memimpin lembaga pengawas pelayanan publik tersebut setelah posisi ketua sebelumnya kosong menyusul pemberhentian Hery Susanto. Pergantian kepemimpinan itu terjadi setelah Hery terseret kasus suap yang berkaitan dengan tata kelola usaha pertambangan nikel.
Hery Susanto sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung setelah lima hari dilantik Presiden Prabowo Subianto. Dalam perkara tersebut, Hery diduga menerima uang sekitar Rp1,5 miliar dari pihak perusahaan yang berkepentingan dengan persoalan penerimaan negara bukan pajak. Hery diberhentikan tidak dengan hormat oleh majelis etik Ombudsman pada 8 Juni 2026.
Profil Nuzran Joher
Nuzran Joher lahir di Maliki Air, Sungai Penuh, Jambi, pada 28 Oktober 1973. Ia adalah putra keempat dari enam bersaudara. Nuzran menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 16/III Koto Beringin Rawang, Kerinci, kemudian melanjutkan pendidikan di MTsN Sungai Penuh dan PGAN Sungai Penuh. Pendidikan tingginya ditempuh di IAIN Imam Bonjol Padang hingga lulus pada 1997, lalu melanjutkan magister bidang pemerintahan di Universitas Pramita Indonesia dan menyelesaikannya pada 2009.
Perjalanan Nuzran di dunia organisasi dimulai sejak menjadi mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah memimpin senat mahasiswa IAIN Padang pada 1997-1998 dan dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI periode 2002-2004. Selain aktivitas organisasi, Nuzran juga terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk membina pendidikan Al-Qur'an dan sejumlah kegiatan sosial di Jambi.
Karier politik Nuzran berkembang setelah terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009 dari daerah pemilihan Jambi dengan perolehan 137.018 suara. Setelah itu, ia pernah menjalankan tugas sebagai Staf Ahli Ketua DPR RI dan menjadi anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI selama dua periode, yakni 2015-2019 dan 2019-2024. Ia juga pernah maju sebagai calon wakil wali kota Sungai Penuh untuk periode 2016-2021.
Sebelum dipercaya sebagai Ketua Ombudsman, Nuzran terlebih dahulu bergabung sebagai anggota Ombudsman RI pada awal 2026. Pengalaman panjangnya di bidang legislatif dan ketatanegaraan menjadi bagian dari rekam jejak sebelum ia memimpin Ombudsman untuk periode 2026-2031. (RAI)