JAKARTA, AFU.ID - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak pemerintah segera memangkas pengeluaran non-produktif demi menekan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang diproyeksikan membengkak hingga Rp1.000 triliun. Menurutnya, jika ketimpangan ini dibiarkan, anggaran di berbagai sektor krusial terancam dipotong.
Sosok yang biasa disapa JK mengungkapkan hal tersebut dalam seminar publik yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta. Ia mendesak pemerintah segera mengerem pengeluaran non-produktif demi menekan ketimpangan pendapatan dan belanja negara yang makin serius.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tersebut menyebut anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan proyek terbesar Indonesia termasuk dalam anggaran yang tidak produktif secara langsung. Dalam istilah ekonomi, anggaran produktif adalah anggaran yang jika dikeluarkan akan langsung memutar roda ekonomi atau menghasilkan pendapatan kembali.
Sementara JK menilai, MBG disebut sebagai pengeluaran konsumtif atau tidak produktif yang diartikan tidak memberikan timbal balik ekonomi secara langsung dalam jangka pendek.
JK mengaku anggaran Rp300 triliun untuk satu program baru termasuk fantastis. “Padahal anggaran pendidikan selama ini hanya sekitar Rp700 triliun dan dibagi-bagi,” ujar JK dalam seminar publik yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta, dikutip Rabu (10/6/2026).
Lebih lanjut, ia menilai defisit anggaran dan belanja negara (APBN) yang tidak segera dihentikan, dapat berpotensi memangkas anggaran di sektor krusial seperti anggaran daerah, pendidikan hingga jaminan kesehatan atau BPJS. “Defisit ini makin besar kalau pengeluaran tidak direm,” ujar JK dalam kesempatan yang sama.
Ia menilai pengeluaran negara terus melonjak tajam akibat terlalu banyak proyek belanja pemerintah di tengah aktivitas ekonomi yang tengah melambat. JK menjelaskan utang Indonesia saat ini melonjak di atas 40 persen dan menyentuh angka Rp10,000 triliun.
“Kalau dicicil misal selama 10 tahun dengan bunga 6 persen, berarti Indonesia harus bayar utang Rp1,600 triliun per tahun, padahal anggaran kita cuma Rp3,800 triliun, hampir setengah anggaran habis hanya untuk bayar utang,” ungkapnya.
Oleh karenanya, JK setuju dengan adanya pemotongan anggaran MBG secara ekstrem oleh pemerintah sebagai solusi konkret mengurangi defisit negara. “Fokus pada stunting pada anak balita, bukan anak SMA yang tidak bisa bertambah tinggi lagi,” kata JK.
Selain pemangkasan anggaran MBG, JK juga menyarankan pemerintah memotong anggaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kementerian Pertahanan. “Terlalu banyak belanja senjata, seperti kita mau perang saja, padahal pertanian tidak bisa naik karena kurang perhatian,” katanya.
Lebih jauh, JK juga mendesak pemerintah secara agresif menaikkan pajak sektor pengusaha yang ia anggap selama ini melakukan manipulasi pajak. (NAD)