AFU.id

Investasi Jakarta Sentuh Rp94,9 Triliun, Kembali Jadi yang Terbaik Nasional

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Investasi di Jakarta mencapai Rp94,9 triliun pada Triwulan II 2026, menjadikannya sebagai yang tertinggi di Indonesia dan berkontribusi 18,5% terhadap total investasi nasional. Pendorong utama investasi ini adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp58,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp36,3 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui inovasi pelayanan dan promosi investasi, memastikan Jakarta tetap sebagai pusat investasi yang kompetitif di berbagai sektor.

Investasi Jakarta Sentuh Rp94,9 Triliun, Kembali Jadi yang Terbaik Nasional
Ilustrasi layanan investasi di Jakarta. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Digitalisasi Layanan dan Promosi Proyek Topang Investasi Jakarta

Lebih lanjut, Heru Hermawanto menjelaskan keberhasilan tersebut didukung berbagai inovasi pelayanan yang terus diperkuat pemerintah daerah. Upaya itu mencakup optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola bagi pelaku usaha, hingga pendampingan investasi secara terintegrasi. Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi serta pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Heru Hermawanto menyampaikan, peran Jakarta Investment Centre (JIC) turut meluas untuk memfasilitasi investor memperoleh informasi, pendampingan, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam merealisasikan investasi. “Kami memastikan peluang investasi yang ditawarkan memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun pasar. Sehingga, para investor memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta,” tuturnya.

Berkat dukungan infrastruktur terintegrasi, pasar besar, sumber daya manusia kompetitif, dan ekosistem bisnis matang, Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi di berbagai sektor. Mulai dari transportasi, telekomunikasi, jasa keuangan, perdagangan, sampai dengan ekonomi digital. Konsistensi menjaga kemudahan berusaha dan kualitas pelayanan akan menjadi faktor penting agar investasi Jakarta tetap mampu mempertahankan dominasinya. Lalu pada saat yang sama, tetap dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi