JAKARTA, AFU.ID — Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan tim survei Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan lokasi.
Tim survei PBNU mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo pada Jumat (5/7/2026) sebagai tindak lanjut keputusan Musyawarah Nasional (Munas) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Rombongan terdiri atas KH Abdul Ghafur Maimoen, KH Muhibul Aman Aly, Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah, dan Taufiq untuk menilai kelayakan Lirboyo sebagai calon lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut. Kedatangan tim disambut jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya KH Adibusholeh Anwar, KH Aminulloh Mahin, dan KH Athoillah Anwar.
Dalam pertemuan itu, pihak pondok memaparkan kesiapan sarana, prasarana, hingga dukungan teknis yang dinilai mampu menunjang pelaksanaan Muktamar NU. Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo HM Abdul Mu'id Shohib menjelaskan, akses menuju lokasi dinilai memadai karena didukung Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, jaringan kereta api, dan terminal. “Tersedia juga area parkir yang luas, ruang sidang, fasilitas penginapan di sekitar pondok, sistem keamanan berbasis CCTV, dan layanan kesehatan yang didukung Rumah Sakit Umum Lirboyo serta rumah sakit rujukan lainnya,” ungkap Abdul Mu’id.
Lirboyo yang pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU pada 1999 berkomitmen memberikan dukungan penuh apabila kembali dipercaya menjadi penyelenggara. Pihaknya menargetkan pelaksanaan Muktamar dapat berlangsung tertib, aman, lancar, dan khidmat. Hasil peninjauan lapangan juga mendapat apresiasi dari tim PBNU. Perwakilan tim survei, KH Muhibul Aman Aly, menilai secara umum seluruh kebutuhan penyelenggaraan Muktamar telah tersedia dan memenuhi persyaratan. "Pada intinya, secara umum Lirboyo sangat siap. Semua sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Muktamar sudah terpenuhi dengan sempurna," ujarnya.
Sebelumnya, Munas dan Konferensi Besar NU memutuskan Muktamar ke-35 akan digelar pada 1–5 Agustus 2026, namun lokasi penyelenggara belum ditetapkan. Sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat, telah mengajukan diri sebagai tuan rumah sehingga PBNU membentuk tim untuk mengevaluasi kelayakan masing-masing daerah berdasarkan aspek infrastruktur, keamanan, pembiayaan, hingga pertimbangan spiritual sebelum menentukan lokasi akhir. (RAI)