JAKARTA, AFU.ID — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk ikhtiar untuk berkontribusi terhadap masa depan organisasi dan telah disampaikan kepada para Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), khususnya di Jawa Tengah.
Gus Rozin menegaskan pencalonannya bukan untuk mempertajam persaingan antartokoh, melainkan menghadirkan gagasan dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, Muktamar harus menjadi ruang untuk merumuskan solusi sekaligus memperkuat arah organisasi ke depan. "Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada," kata Gus Rozin, Jumat (17/7/2026).
Ia mengungkapkan keputusan untuk maju tidak diambil secara mendadak. Sebelum menyatakan sikap, Gus Rozin mengaku telah melalui proses perenungan dan berdiskusi dengan sejumlah sahabat serta para Ketua PCNU dari berbagai daerah. "Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini," ujarnya.
Selain menyampaikan pencalonannya, Gus Rozin juga memohon doa dan dukungan kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Ia menilai langkah tersebut penting karena perjalanan pengabdiannya di Nahdlatul Ulama berangkat dari Jawa Tengah. Dalam kontestasi tersebut, Gus Rozin mengusung visi menjadikan NU sebagai organisasi sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, serta memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan. "Yang harus kita menangkan adalah masa depan NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat," tegasnya.
Dengan deklarasi tersebut, bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU semakin menghangat. Selain petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), sejumlah nama lain yang disebut masuk dalam kontestasi, yakni Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), hingga Menteri Agama KH Nasaruddin Umar.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Selain memilih Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026-2031, forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut juga akan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk kemungkinan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan tata kelola organisasi. (RAI)