Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Pacu Industri Semikonduktor, Pengembangan Talenta Teknologi Nasional Gandeng Kampus Brasil
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Pengembangan talenta teknologi menjadi agenda krusial demi mengejar ketertinggalan industri strategis nasional di kancah global.Inisiatif lintas negara itu berfokus pada penguasaan ekosistem mikroelektronika, teknik kedirgantaraan, dan sektor bahan bakar nabati.
(Foto: Kemdiktisaintek RI)
JAKARTA, AFU.ID — Pengembangan talenta teknologi menjadi agenda krusial demi mengejar ketertinggalan industri strategis nasional di kancah global. Inisiatif lintas negara itu berfokus pada penguasaan ekosistem mikroelektronika, teknik kedirgantaraan, dan sektor bahan bakar nabati.
Melansir website Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), Minggu (14/6/2026), pemerintah memperluas jaringan kemitraan dengan menggandeng State University of Campinas (Unicamp) asal Brasil. Kerja sama pendidikan tinggi luar negeri itu resmi dibahas dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Jumat (12/6/2026) lalu.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto memimpin langsung pembahasan strategis tersebut bersama delegasi diplomatik Amerika Selatan. Pihak asing diwakili oleh Deputy Chief of Mission (Minister-Counsellor) Brasil untuk Indonesia, yakni Rodrigo Alexandre Oliveira de Carvalho.
Kedua belah pihak menyepakati pembukaan peluang investasi sumber daya manusia pada sektor-sektor industri masa depan yang padat teknologi. Sektor semikonduktor, teknik kedirgantaraan (aerospace), dan biofuel menjadi prioritas utama dalam kesepakatan bilateral tersebut.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan optimisme tinggi terhadap kelanjutan hubungan diplomatik yang produktif antarperguruan tinggi kedua negara. “Kami sangat senang melihat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Brasil yang terus berkembang dengan baik. Kami berharap kolaborasi antara Unicamp dan perguruan tinggi di Indonesia dapat terus berlanjut dan menghasilkan kerja sama yang lebih produktif serta memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret awal, Unicamp menyatakan kesiapan penuh untuk menampung hingga 10 mahasiswa pascasarjana asal Indonesia. Kemdiktisaintek RI pun menunjuk Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pusat kendali (focal point) pelaksanaan program beasiswa teknologi tersebut.
Skema Gelar Ganda dalam Pengembangan Talenta Teknologi Nasional
Perwakilan Unicamp, Marco Roberto Cavallari menjelaskan skema awal pengiriman mahasiswa tingkat magister serta doktoral ke Brasil. Kurikulum pengajaran berfokus pada bidang fabrikasi mikro (microfabrication), desain sirkuit terpadu (integrated circuit design), dan ilmu material (material science).
Program tersebut juga membuka peluang besar bagi implementasi skema gelar ganda (double degree) antara ITB dan Unicamp. Pengembangan talenta teknologi nasional melalui riset bersama itu diharapkan mampu mendongkrak kapasitas akademik para dosen lokal.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyambut baik rencana pembuatan program gelar ganda serta kolaborasi riset antarkampus tersebut. “Saya pikir ini akan sangat baik, profesor dari Indonesia dan Brasil dapat menjadi pembimbing bersama. Kami juga dapat mengirim dosen untuk melakukan riset bersama di Brasil,” tuturnya.
Pemerintah Brasil kini sedang menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah industri manufaktur global, termasuk korporasi kedirgantaraan terkemuka Embraer. Kolaborasi industri itu bertujuan menyokong kebutuhan fasilitas praktik bagi para peneliti muda Indonesia di luar negeri.
Kedua negara mempercepat penyelesaian perjanjian bilateral sektor pendidikan yang kini masih dalam tahap finalisasi draf hukum. Kesepakatan legal itu akan menjadi landasan utama bagi pelaksanaan mobilitas mahasiswa, dosen, serta riset kolaboratif.
Langkah taktis tersebut menegaskan komitmen Kemdiktisaintek RI untuk memperluas akses pengembangan talenta teknologi nasional di level global. Pasalnya, kedaulatan teknologi nasional harus diperjuangkan secara nyata demi meningkatkan daya saing bangsa di masa depan. (ADR)