JAKARTA, AFU.ID - Sekitar 250 massa yang tergabung dalam Jaringan Muda Indonesia (JMI) dari kawasan Jabodetabek dan Banten menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
Mereka menuntut adanya audit investigatif terhadap proyek pengadaan laptop tahun 2025 untuk kebutuhan KSPPG yang dianggarkan sebesar Rp24 juta per unit.
Dalam aksinya, JMI bertujuan untuk beraudiensi dengan Inspektorat Utama BGN guna menyerahkan sejumlah bukti awal dugaan penyimpangan. Ketua Bidang Hukum dan Advokasi JMI, Fatur, memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran langsung ke sejumlah dapur KSPPG.
Hasil investigasi tersebut menemukan bahwa banyak perangkat laptop yang dibeli tidak beroperasi karena spesifikasinya diduga tidak memadai untuk kebutuhan di lapangan.
“Di era digital seperti sekarang, sangat ironis ketika laptop dengan harga mencapai Rp24 juta justru diduga memiliki spesifikasi yang tidak layak. Bahkan di lapangan banyak yang tidak digunakan,” ujarnya.
Merespons temuan tersebut, JMI menduga adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan. Fatur mendesak agar pihak internal BGN mengambil langkah tegas untuk mengusut proyek tersebut.
“Kami ingin Inspektorat Utama beserta jajarannya turun langsung memeriksa kondisi barang di lapangan, mengecek spesifikasi, serta menelusuri proses pengadaannya. Publik berhak tahu ke mana anggaran negara digunakan,” kata Fatur.
Lebih lanjut, JMI tidak hanya menuntut tindakan dari Inspektorat Utama BGN, tetapi juga mendesak aparat penegak hukum, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, untuk segera turun tangan memeriksa seluruh pihak yang terlibat.
“Pejabat publik harus memiliki integritas. Jika benar ada dugaan korupsi yang merugikan negara, maka harus diproses hukum tanpa pandang bulu,” tandasnya. (NAD)