AFU.id

Kerusakan Pesisir Capai 770 Ribu Hektare, Pemulihan Ekosistem Mangrove Butuh Konsistensi

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemulihan ekosistem mangrove di kawasan pesisir rawan mengalami kegagalan akibat minimnya pengawasan pasca-penanaman bibit baru. Kondisi ini memperparah risiko abrasi pantai yang mengancam pemukiman warga secara meluas.

Kerusakan Pesisir Capai 770 Ribu Hektare, Pemulihan Ekosistem Mangrove Butuh Konsistensi
Menteri LH/Kepala BPLH RI, Jumhur Hidayat menanam mangrove di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. (Foto: KLH/BPLH RI)

Tantangan Koordinasi Daerah Menghambat Pemulihan Ekosistem Mangrove

Sementara itu, pemerintah kabupaten menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pelestarian alam demi mengantisipasi bencana rob. Kehadiran perwakilan pusat diharapkan mampu mendongkrak motivasi kerja aparat di tingkat lokal secara berkelanjutan.

"Kami berkomitmen memperkuat upaya pemulihan ekosistem mangrove melalui penanaman yang berkelanjutan sebagai langkah nyata melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob," tutur Wakil Bupati Brebes, Wurja.

Pada akhirnya, pencapaian target penanaman 2 miliar pohon secara nasional menuntut konsistensi pendanaan jangka panjang dari pelaku usaha swasta. Rehabilitasi pesisir harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan nelayan tradisional.

Kegagalan mengintegrasikan program pemulihan ekosistem mangrove dengan pemberdayaan ekonomi warga lokal hanya akan membuat bibit bakau mati terlantar tanpa perawatan. Ke depan, ketegasan sanksi hukum bagi industri perusak lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan perlindungan ruang hidup masyarakat pantai secara berkelanjutan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi