JAKARTA, AFU.ID – Pelarian Frans Antoni, orang dekat bandar narkoba Fredy Pratama, berakhir setelah ditangkap Bareskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia. Frans diduga menjadi salah satu sosok penting dalam jaringan narkotika tersebut karena mengendalikan keuangan hingga operasional sindikat. Frans diamankan tim delegasi Polri yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Kamis (18/6/2026) pukul 07.30 waktu setempat.
Setelah ditangkap, Frans langsung dipulangkan ke Indonesia. Ia tiba di Bareskrim Polri pada Jumat (19/6/2026) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, Frans sempat lama bersembunyi di Thailand. Selama pelarian, ia kerap berpindah tempat untuk menghindari kejaran aparat.
Eko menyebut pelarian Frans tidak dilakukan sendiri. Selama berada di Thailand, Frans diduga dibantu orang suruhan jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand. Pergerakan Frans sempat terpantau di kawasan Phatthanakan, salah satu kawasan elite di Bangkok. Setelah itu, ia disebut menetap cukup lama di Narasiri, Thailand.
“Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat kami monitor mulai dari daerah Phatthanakan tempat elite di Kota Bangkok Thailand sampai akhirnya menetap kurang lebih selama 2 tahun di daerah Narasiri, Thailand,” kata Eko, Jumat (19/6/2026). Bantuan dari jaringan Fredy Pratama juga diduga berlanjut ketika Frans masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal. Di negara itu, Frans akhirnya berhasil diamankan tim Polri sebelum dibawa kembali ke Indonesia.
Dalam jaringan Fredy Pratama, Frans diduga bukan hanya berperan sebagai pelarian. Polisi menyebut Frans memiliki posisi strategis dalam mengatur aliran uang, pergerakan lapangan, hingga operasional sindikat narkotika. “Peranan Frans Antoni dia merupakan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Freddy Pratama,” ujar Eko.
Bareskrim kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Frans. Penyidik akan menelusuri aliran dana, pihak yang membantu pelarian, serta jaringan lain yang diduga masih aktif. Eko menyebut pengembangan kasus akan dilakukan lebih luas setelah Frans menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. (FAD)