AFU.id

Maluku Jadi Pengekspor Hasil Kelautan dan Perikanan Baru ke Thailand, Nilainya Tembus Rp1 Miliar

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Maluku menjadi daerah baru di Indonesia yang menjadi pengekspor hasil kelautan dan perikanan ke Thailand. Provinsi seluas 581,37 kilometer persegi ini menyusul Sulawesi Tenggara (Sultra), Jawa Timur (Jatim), dan lain-lain.

Maluku Jadi Pengekspor Hasil Kelautan dan Perikanan Baru ke Thailand, Nilainya Tembus Rp1 Miliar
Ekspor perdana hasil kelautan dan perikanan berupa ikan tuna Ioin beku dari Maluku ke Thailand yang mencapai 11 ton dengan nilai Rp1 miliar. (Foto: KKP RI)

Sertifikasi Jadi Kunci Ekspor Hasil Kelautan dan Perikanan

Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan quality assurance (QA) merupakan salah satu kunci keberterimaan produk ekspor nasional. Bahkan, menjadi aspek penting dalam melakukan diversifikasi baik produk maupun tujuan ekspor.

“Melalui QA dari hulu ke hilir oleh KKP RI, maka produk perikanan Indonesia akan menjadi champion di pasar global,” paparnya.

Sebagai informasi, QA adalah serangkaian proses sistematis yang berfokus terhadap pencegahan cacat dan memastikan produk atau layanan memenuhi standar kualitas. Berbeda dengan pengecekan akhir, QA bertindak proaktif dengan membangun sistem, prosedur, dan pedoman kerja sejak awal proses produksi atau pengembangan.

Di sisi lain, hadirnya Maluku sebagai wilayah baru pengekspor hasil kelautan dan perikanan nasional semakin memperkuat posisi Indonesia di ASEAN. Sepanjang 2025 saja, total ekspor nasional melonjak signifikan menjadi 22,7% dengan nilai yang mencapai USD811 juta. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi