JAKARTA, AFU.ID - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperluas wilayah eksplorasi migas melalui akuisisi Wilayah Kerja (WK) baru serta pelaksanaan Joint Study (JS) bersama mitra strategis global. Langkah agresif ini ditempuh guna menjaga keberlanjutan pasokan dan ketahanan energi nasional.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, menegaskan, aktivitas eksplorasi merupakan bentuk investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan industri hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. "Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru," ujar Asep dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), PHE mencatatkan diri sebagai entitas dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia. Hingga Juli 2026, PHE telah mengantongi 12 Joint Study—terdiri dari 10 studi aktif, satu studi selesai, dan satu studi dalam proses persetujuan pemerintah.
Studi eksplorasi tersebut dijalankan bersama raksasa energi internasional seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside, yang mencakup area prospektif dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Di ranah regional, PHE meluaskan jangkauannya melalui kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) lewat skema Technical Evaluation Agreement (TEA) untuk sejumlah blok migas di Malaysia.
Selain itu, sepanjang periode 2023 hingga 2026, PHE mencatat penambahan sembilan wilayah kerja eksplorasi baru. Delapan di antaranya berada di dalam negeri—meliputi Blok Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang—serta satu blok eksplorasi internasional di Malaysia, yaitu Blok SK-510.
(ANT/MAR)