Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kuba dilanda pemadaman listrik berskala nasional setelah sistem kelistrikan negara itu kembali kolaps. Gangguan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah blackout serupa melanda negara kepulauan di Karibia itu. Insiden terbaru menjadi pemadaman listrik nasional keempat yang terjadi sepanjang 2026.
Perusahaan listrik negara Union Electrica de Cuba (UNE) mengonfirmasi terjadinya gangguan melalui akun resminya di platform X. "Pemadaman total jaringan listrik nasional," tulis UNE. Hingga kini, otoritas masih berupaya memulihkan pasokan listrik di berbagai wilayah. Sebelumnya, pemadaman listrik atau blackout nasional juga terjadi pada 6 Juli 2026. Gangguan ini menjadi pukulan untuk Kuba yang selama berbulan-bulan telah bergulat dengan krisis energi, kekurangan bahan bakar, dan terbatasnya pasokan obat-obatan.
Saat itu, Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba menyebut jaringan energi negara tersebut kolaps sehingga aliran listrik terputus secara luas. Peristiwa itu menjadi salah satu rangkaian gangguan yang terus berulang sepanjang tahun ini. Blackout yang kembali terjadi menunjukkan sistem produksi dan distribusi energi Kuba masih belum stabil. Kondisi tersebut membuat pasokan listrik nasional rentan mengalami gangguan meski upaya pemulihan terus dilakukan.
Di tengah kondisi tersebut, Amerika Serikat memberlakukan embargo minyak terhadap Kuba pada akhir Januari lalu. Washington juga mengancam mengenakan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Kebijakan itu menambah tekanan terhadap pasokan energi negara tersebut.
Berulangnya pemadaman listrik memengaruhi aktivitas masyarakat dan layanan di berbagai sektor. Pemerintah Kuba terus berupaya menjaga stabilitas sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali meluas. Namun, produksi dan distribusi energi nasional masih menghadapi tantangan. Pemerintah Kuba kini dihadapkan pada tantangan memulihkan pasokan listrik sekaligus menjaga keandalan sistem energi nasional. (RAI)