Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di pelbagai daerah Indonesia hingga Sabtu (11/7/2026). Hal itu memberi tantangan bagi seluruh rakyat dan pemerintah dalam melaksanakan proyek maupun programnya.
KKP RI menandatangani kerja sama dengan Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga untuk mendukung program KNMP. (Foto: KKP RI)
JAKARTA, AFU.ID — Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di pelbagai daerah Indonesia hingga Sabtu (11/7/2026). Hal itu memberi tantangan bagi seluruh rakyat dan pemerintah dalam melaksanakan proyek maupun programnya.
Contohnya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) yang bertanggung jawab penuh terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Mereka berencana menambah lagi lokasi Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan yang kini berjumlah 416 di pelbagai wilayah pesisir.
Kementerian yang dipimpin oleh Sakti Wahyu Trenggono ini berupaya mencegah operasional KNMP terganggu akibat kelangkaan BBM. Terlebih lagi, KNMP merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KKP RI pun menjalin sinergi dengan Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Baharkam Polri) dan PT Pertamina Patra Niaga. Ketiga belah pihak bersepakat untuk memastikan keamanan dan kemudahan akses BBM di titik-titik KNMP.
“Jadi, program KNMP tidak hanya membangun fisik dan pemberdayaan nelayan semata, namun juga memastikan keamanan dan ketertiban kawasan. Juga memberi kemudahan akses BBM bagi nelayan,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, Lotharia Latif dikutip AFU.ID dari website KKP RI, Sabtu (11/7/2026).
Lotharia Latif menyampaikan, pembangunan KNMP menyasar 1.269 lokasi dengan model klaster yang terdiri dari kawasan hub dan penyangga pada tahun 2026. Konsep pembangunan itu guna memastikan fasilitas yang terbangun sesuai dengan kekuatan produksi dan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi.
Model Kerja Sama KKP RI Bersama Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga
Ia menyatakan, kerja sama KKP RI dengan Baharkam Polri mencakup beberapa aspek. Mulai dari dukungan penanganan keadaan darurat, pencarian, dan pertolongan dalam kecelakaan laut apabila diperlukan.
Aparat keamanan juga akan hadir di lokasi KNMP guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Alhasil, seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang.
Sementara itu, kerja sama KKP RI bersama PT Pertamina Patra Niaga tak sebatas di lokasi KNMP. Akan tapi, juga akan menyasar sentra nelayan dan pelabuhan perikanan. Tujuannya, memastikan penyaluran BBM lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah terjangkau oleh masyarakat nelayan.
“Peran kami menyediakan data kebutuhan BBM nelayan, mengusulkan lokasi pembangunan SPBU Nelayan, dan mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan BBM bersama pemerintah daerah. Sedangkan Pertamina memastikan kesiapan mitra penyalur, memverifikasi kelayakan lokasi dan calon mitra, serta menjamin pasokan BBM sesuai ketentuan dan kuota yang pemerintah tetapkan,” tutur Lotharia Latif.
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono sendiri menegaskan KNMP menjadi salah satu program utama kementeriannya. Ia berharap, program itu dapat memberi dampak positif, seperti meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan produksi perikanan.
“Kita juga ingin KNMP hadir untuk meningkatkan pendapatan para nelayan. Hingga menumbuhkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, red) dan ekspor hasil perikanan,” ujar Trenggono. (ADR)