AFU.id

Cegah Operasional KNMP Terganggu Akibat BBM Langka, KKP Tambah SPBU Nelayan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di pelbagai daerah Indonesia hingga Sabtu (11/7/2026). Hal itu memberi tantangan bagi seluruh rakyat dan pemerintah dalam melaksanakan proyek maupun programnya.

Cegah Operasional KNMP Terganggu Akibat BBM Langka, KKP Tambah SPBU Nelayan
KKP RI menandatangani kerja sama dengan Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga untuk mendukung program KNMP. (Foto: KKP RI)

Model Kerja Sama KKP RI Bersama Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga

Ia menyatakan, kerja sama KKP RI dengan Baharkam Polri mencakup beberapa aspek. Mulai dari dukungan penanganan keadaan darurat, pencarian, dan pertolongan dalam kecelakaan laut apabila diperlukan.

Aparat keamanan juga akan hadir di lokasi KNMP guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Alhasil, seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang.

Sementara itu, kerja sama KKP RI bersama PT Pertamina Patra Niaga tak sebatas di lokasi KNMP. Akan tapi, juga akan menyasar sentra nelayan dan pelabuhan perikanan. Tujuannya, memastikan penyaluran BBM lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah terjangkau oleh masyarakat nelayan.

“Peran kami menyediakan data kebutuhan BBM nelayan, mengusulkan lokasi pembangunan SPBU Nelayan, dan mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan BBM bersama pemerintah daerah. Sedangkan Pertamina memastikan kesiapan mitra penyalur, memverifikasi kelayakan lokasi dan calon mitra, serta menjamin pasokan BBM sesuai ketentuan dan kuota yang pemerintah tetapkan,” tutur Lotharia Latif.

Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono sendiri menegaskan KNMP menjadi salah satu program utama kementeriannya. Ia berharap, program itu dapat memberi dampak positif, seperti meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan produksi perikanan.

“Kita juga ingin KNMP hadir untuk meningkatkan pendapatan para nelayan. Hingga menumbuhkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, red) dan ekspor hasil perikanan,” ujar Trenggono. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi