Jakarta, AFU.ID — Rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn, Austria, resmi difungsikan sebagai kantor polisi sejak Rabu (22/72026) kemarin. Langkah ini diambil pemerintah Austria untuk mencegah bangunan bersejarah tersebut terus menjadi tempat ziarah bagi kelompok neo-Nazi. Kantor Polisi dan Komando Kepolisian Braunau kini menempati bangunan di Salzburger Vorstadt No. 15, lokasi tempat Hitler lahir pada April 1889. Setelah kosong sejak 2011, pemerintah Austria mengambil alih bangunan itu pada 2016 dan memutuskan mengubah fungsinya menjadi fasilitas pemerintahan.
Keputusan tersebut merupakan rekomendasi Komisi Khusus Penanganan Rumah Kelahiran Adolf Hitler yang dibentuk Kementerian Dalam Negeri Austria. Komisi menyarankan agar bangunan dimanfaatkan untuk layanan sosial atau administrasi negara guna menghilangkan daya tariknya sebagai simbol bagi para simpatisan Nazi. Presiden Komunitas Yahudi Wina, Oskar Deutsch, yang menjadi anggota komisi itu, mengatakan tujuan utama kebijakan tersebut adalah memastikan rumah kelahiran Hitler tidak lagi dijadikan tempat ziarah oleh kelompok neo-Nazi. Ia menilai keberadaan kantor polisi di negara demokrasi juga menjadi simbol penegakan hukum terhadap kebangkitan ideologi Nasional-Sosialis.
Mengutip DW, Jumat, Pemerintah Austria menggelontorkan dana sekitar 20 juta euro atau sekitar Rp400 miliar untuk merenovasi bangunan tersebut, termasuk mengubah tampilannya menjadi lebih sederhana agar tidak menarik perhatian pengunjung. Namun, keputusan itu memicu perdebatan di Braunau. Sebagian warga menilai pemerintah kehilangan kesempatan menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat edukasi mengenai perdamaian, demokrasi, dan bahaya fasisme. Survei pada 2023 menunjukkan hanya sekitar enam persen responden yang mendukung penggunaan bangunan itu sebagai kantor polisi.
Di sisi lain, sejarawan dan Ketua Asosiasi Sejarah Kontemporer Braunau, Florian Kotanko, menolak anggapan bahwa penggunaan gedung sebagai kantor polisi memiliki kaitan dengan sejarah aparat keamanan pada era Nazi. Menurutnya, kepolisian Austria saat ini merupakan institusi dalam negara hukum demokratis yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Meski bangunannya telah dialihfungsikan, batu peringatan di depan gedung tetap dipertahankan. Batu yang berasal dari Kamp Konsentrasi Mauthausen itu bertuliskan pesan, "Untuk perdamaian, kebebasan, dan demokrasi. Jangan ada lagi fasisme. Jutaan korban jiwa mengingatkan kita."
Austria selama puluhan tahun terus bergulat dengan warisan sejarah Nazisme. Saat Jerman Nazi mencaplok Austria pada 1938, aneksasi tersebut disambut sebagian masyarakat. Selama rezim Nazi berkuasa, sekitar 65.000 warga Yahudi Austria dibunuh dan sekitar 130.000 lainnya dipaksa meninggalkan negara itu. Dengan menjadikan rumah kelahiran Hitler sebagai kantor polisi, pemerintah Austria berharap bangunan tersebut tidak lagi menjadi simbol pemujaan terhadap tokoh yang memicu Perang Dunia II dan menjadi dalang Holocaust, melainkan menjadi pengingat atas pentingnya demokrasi dan penegakan hukum. (EER)