Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Seorang perempuan berinisial PM (55), pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon area kebun belakang rumahnya, Senin (20/7/2026). Korban ditemukan di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Hingga kini, Polisi menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab kematian korban.
Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada warga dan pihak kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh suaminya sendiri," kata Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir. Herman membenarkan korban merupakan pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju. Selain melakukan olah TKP, penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.
Usai pemeriksaan di lokasi, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju untuk menjalani pemeriksaan forensik. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran awal mengenai penyebab kematian. Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, Iptu dr. Andi Iqbal Iskandar, mengungkapkan pemeriksaan menemukan sejumlah luka pada tubuh korban selain bekas jeratan tali di leher. Namun, luka tersebut dipastikan bukan akibat tindak kekerasan. Menurutnya, luka diduga muncul setelah korban meninggal dunia akibat gigitan serangga di lokasi penemuan jenazah.
Iqbal menjelaskan dalam ilmu forensik terdapat perbedaan antara luka yang terjadi sebelum dan sesudah kematian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban termasuk luka pascakematian atau post-mortem. "Ada luka-luka lain, tapi itu luka bekas gigitan binatang di kebun, seperti semut. Itu merupakan tanda pelukaan post-mortem," kata Iqbal. Dokter forensik memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun trauma pada tubuh korban.
Dari pemeriksaan luar, korban menunjukkan tanda-tanda asfiksia atau kekurangan oksigen yang menyebabkan mati lemas. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan sepenuhnya karena tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut. (RAI)