AFU.ID -Televisi pemerintah Iran pada hari Rabu melaporkan bahwa sebuah kilang minyak di Pulau Lavan diserang sesaat setelah pengumuman gencatan senjata. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, dan belum diketahui pihak mana yang mendalangi serangan tersebut.
Eskalasi di Negara-Negara Teluk
Dalam waktu yang nyaris bersamaan, peringatan dini serangan rudal menggema di Uni Emirat Arab (UEA), Israel, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait.
• Uni Emirat Arab: Sebuah fasilitas pemrosesan gas di Abu Dhabi dilaporkan terbakar akibat proyektil yang diduga berasal dari Iran. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 17 rudal balistik dan 35 pesawat tak berawak (UAV) yang diluncurkan oleh Iran pada Rabu sore. Sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
• Kuwait: Pihak militer Kuwait menyatakan bahwa pasukan mereka harus merespons "gelombang serangan drone berskala besar" yang menargetkan infrastruktur vital.
Sejak konflik memanas, UEA melaporkan telah mencegat total 537 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.256 UAV dari Iran. Hingga saat ini, total korban di pihak UEA mencapai 224 orang luka-luka, 10 warga sipil dari berbagai negara tewas, serta 3 aparat keamanan (termasuk kontraktor) gugur.
Tuntutan dan Respons Politik
Mengutil dari Times Now News, kesepakatan damai sementara ini dipandang skeptis oleh berbagai pihak. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebutnya sebagai "gencatan senjata yang rapuh." Donald Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa kapal perang AS akan tetap bersiaga di dekat Selat Hormuz sebagai langkah antisipasi.
Di sisi lain, Iran mengajukan sejumlah syarat berat untuk mengakhiri perang secara permanen, meliputi:
1. Penarikan mundur pasukan AS dari wilayah tersebut.
2. Pencabutan seluruh sanksi ekonomi.
3. Pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.
4. Tuntutan untuk menarik biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Di Teheran, kelompok demonstran pro-pemerintah turun ke jalan menolak kesepakatan tersebut. Mereka membakar bendera AS dan Israel, mencerminkan tingginya penolakan dari kubu garis keras di dalam negeri.
Dampak Perang yang Meluas
Kesimpangsiuran juga terjadi terkait cakupan wilayah gencatan senjata. Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, menyatakan bahwa kesepakatan ini seharusnya juga berlaku untuk pertempuran di Lebanon. Namun, Israel secara tegas membantah dan menyatakan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran akan tetap berlanjut.
Masih mengutip dari Times Now News, hingga akhir Maret, perang besar ini telah memicu krisis kemanusiaan dan menelan banyak korban jiwa di berbagai wilayah:
• Iran: Lebih dari 1.900 orang tewas (belum diperbarui dalam beberapa hari terakhir).
• Lebanon: Lebih dari 1.500 orang tewas dan 1 juta penduduk mengungsi.
• Israel: 23 warga tewas dan 11 tentara gugur.
• Amerika Serikat: 13 anggota militer tewas.
• Negara Teluk & Tepi Barat: Lebih dari 24 orang tewas. (fad/asw)