Penulis: Radiatul Husna · Reporter: Radiatul Husna
JAKARTA, AFU.ID — Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata setelah Washington melancarkan serangan baru ke wilayah selatan Iran.
Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan serangan itu menargetkan situs rudal Iran dan kapal yang diduga berupaya memasang ranjau.
AS menyebut serangan tersebut sebagai tindakan pertahanan diri untuk melindungi pasukannya dari ancaman Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan itu dan menyebut AS bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan yang dianggap agresif dan tidak dapat dibenarkan.
Serangan terjadi di wilayah Hormozgan, kawasan pesisir Iran yang berbatasan dengan Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi jalur penting pengiriman energi dunia dan sebelumnya diblokir Iran hingga memicu kenaikan harga energi global.
“Iran tidak akan membiarkan tindakan jahat apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu membela bangsa Iran,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, dikutip dari BBC.
Serangan ini terjadi saat AS dan Iran masih berunding untuk memperpanjang gencatan senjata dan mencari jalan keluar dari konflik.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan masih mungkin dicapai, tetapi membutuhkan waktu beberapa hari.
Namun, serangan baru AS membuat arah perundingan semakin tidak pasti. (RHU)
Sumber: BBC