JAKARTA AFU.ID — Iran ancam akan menghentikan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) dan mengambil tindakan terhadap Israel jika serangan militer di Lebanon terus berlanjut. Peringatan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
“Selama dua hari terakhir, kami telah bekerja keras untuk menghentikan serangan Israel. Namun, jika kejahatan-kejahatan ini terus berlanjut, kami tidak hanya akan menangguhkan perundingan, tetapi juga akan bertindak terhadap rezim Zionis,” kata Ghalibaf melalui Telegram, Senin (1/6/2026).
Dalam percakapannya dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, ia juga menegaskan tekad Iran untuk mewujudkan gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.
Pada Senin (1/6), Kepala Otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan serangan terhadap target-target Hizbullah di pinggiran Beirut.
Dilansir dari Sputnik News, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata di Lebanon tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Setelah pembicaraan dengan Netanyahu dan perwakilan Hizbullah, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa Hizbullah dan Israel akan menyetujui gencatan senjata.
Hizbullah mulai melancarkan serangan roket dan drone ke Israel pada 2 Maret di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel, dan Iran.
Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran terhadap target-target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, serta di Lebanon bagian selatan dan timur.
Israel juga meluncurkan operasi darat di wilayah selatan dan menyatakan dimulainya kampanye militer baru melawan kelompok Syiah tersebut.
Setelah perundingan di Washington pada 16 April, kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, terlepas dari perjanjian tersebut, Israel masih terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah kawasan perbatasan.
Sebagai respons, Hizbullah terus melakukan operasi militer terhadap pasukan Israel. (ANT/RAI)