Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal jelajah terhadap kapal MSC Sariska yang disebut terkait kepentingan AS dan Israel.
IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan militer Amerika Serikat terhadap kapal Iran bernama Lion Star di perairan Teluk Oman.
Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Tasnim, IRGC menegaskan setiap tindakan agresif AS di kawasan strategis Selat Hormuz akan mendapat respons tegas dari Iran.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran untuk mencapai kesepakatan baru terkait konflik kedua negara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya optimistis peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka dan bahkan dapat terwujud dalam waktu dekat.
Menurut Trump, penyelesaian melalui jalur diplomasi berpotensi menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan konfrontasi militer yang berkepanjangan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan komunikasi dan pertukaran pesan antara kedua negara masih terus berlangsung. Namun, ia menegaskan belum ada hasil konkret yang bisa diumumkan kepada publik.
Araghchi juga meminta berbagai spekulasi yang beredar terkait isi maupun hasil perundingan tidak dijadikan acuan sebelum ada keputusan resmi dari kedua pihak.
Sebelumnya, Trump telah menggelar pengarahan intelijen di Washington dan menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait langkah Amerika Serikat terhadap Iran. Meski demikian, sejumlah media AS melaporkan belum ada kesepakatan final yang tercapai.
Laporan The New York Times menyebut pemerintahan Trump bahkan telah mengajukan syarat yang lebih ketat dalam proposal terbaru kepada Teheran. Situasi ini membuat prospek kesepakatan masih belum pasti, sementara ketegangan militer di kawasan terus meningkat. (ANT/RAI)