Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Anggaran Negara Terbatas, Orientasi Kebermanfaatan Sosial PTKI Kejar Kemandirian Finansial
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Orientasi kebermanfaatan sosial Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus menjadi tolok ukur utama melampaui sekadar mengejar gengsi nilai akreditasi institusi.Alhasil, PTKI wajib melahirkan solusi konkret atas sengkarut kemiskinan dan problem riil di akar rumput.
Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin (kiri) dalam Pagu Indikatif Tahun 2026 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Jakarta. (Foto: Kemenag RI)
JAKARTA, AFU.ID — Orientasi kebermanfaatan sosial Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus menjadi tolok ukur utama melampaui sekadar mengejar gengsi nilai akreditasi institusi. Alhasil, PTKI wajib melahirkan solusi konkret atas sengkarut kemiskinan dan problem riil di akar rumput.
Melansir website Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Minggu (14/6/2026), tuntutan tersebut mengemuka dalam Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Universitas Islam Negeri (Pagu Indikatif UIN) Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2027. Forum strategis penyelarasan arah penganggaran pendidikan tinggi itu berlangsung di Jakarta, Jumat (12/6/2026) lalu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag RI, Kamaruddin Amin, mengkritik keras kampus yang hanya fokus membangun kemewahan fisik tanpa kontribusi sosial. Ia mengingatkan para akademisi, mutu universitas sejati tercermin dari keberpihakannya pada penyelesaian konflik masyarakat sekitar.
Kamaruddin Amin menuntut perubahan paradigma pengabdian masyarakat agar tidak terjebak rutinitas formalitas pengajaran di ruang kelas. “Untuk apa kampus memiliki gedung megah dan sumber daya akademik yang kuat jika persoalan sosial di sekitarnya tidak tersentuh? Kampus harus hadir menjadi solusi atas persoalan kemiskinan, pendidikan, keluarga, dan kehidupan keagamaan masyarakat,” ungkapnya.
Kemenag RI juga menyoroti pentingnya penajaman orientasi kebermanfaatan sosial PTKI di tengah keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kampus tak boleh lagi terus-menerus membebankan seluruh biaya operasional kepada mahasiswanya melalui uang kuliah tunggal (UKT) dan semacamnya.
Sivitas akademika harus inovatif menggali sumber pendanaan produktif seperti optimalisasi instrumen wakaf, zakat, hingga pengelolaan dana abadi (endowment fund). “Perguruan tinggi harus inovatif dalam mengembangkan sumber-sumber pendanaan yang produktif agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Kamaruddin Amin.
Kemandirian Finansial dan Orientasi Kebermanfaatan Sosial PTKI
Manajemen pendidikan tinggi wajib mencetak barisan lulusan yang adaptif menghadapi dinamika perubahan dunia kerja modern. Setiap program studi perlu membuka ruang aktualisasi yang relevan agar serapan sarjana tidak berujung pada tingginya angka pengangguran intelektual.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memegang peranan strategis sebagai pionir perguruan tinggi berbasis digital pertama. Mereka pun memikul tanggung jawab besar untuk mendobrak keterbatasan akses geografis melalui penyediaan layanan kuliah jarak jauh.
Pemanfaatan ekosistem digital terintegrasi diproyeksikan mampu menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang jauh lebih inklusif bagi seluruh lapisan warga. “UIN Siber merupakan salah satu game changer dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang dimiliki, kampus ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan menghadirkan akses pendidikan lebih inklusif,” ujar Kamaruddin Amin.
Sementara itu, Aan Jaelani selaku Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merespons tantangan tersebut dengan memperkuat tata kelola kelembagaan berbasis teknologi canggih. Pihak rektorat berkomitmen merealisasikan kemandirian finansial kampus seraya memperluas jaringan jangkauan mahasiswa di berbagai daerah terpencil.
Penyusunan pagu anggaran tahun 2027 menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan alokasi finansial demi mewujudkan orientasi kebermanfaatan sosial PTKI yang berdampak langsung bagi rakyat. Kamaruddin Amin menutup arahannya dengan sebuah kalimat pamungkas yang menegaskan fungsi sejati universitas dalam tatanan peradaban bangsa.
“Perguruan tinggi yang maju, juga akan melahirkan bangsa yang maju. Karena itu, kampus harus menjadi pusat transformasi ilmu pengetahuan sekaligus pusat transformasi sosial bagi masyarakat,” tutup Sekjen Kemenag RI ini. (ADR)