JAKARTA, AFU.ID — Zulkifli, 41 tahun, korban penembakan dalam penyerangan di area PT Sinar Belilas Perkasa, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, masih menjalani perawatan intensif. Ia dirawat di ruang ICU setelah menjalani operasi besar.
Penyerangan itu terjadi di area PT SBP, Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah korban terluka, termasuk akibat tembakan dan senjata tajam.
Humas PT SBP Abdul Rahman Manurung mengatakan tim medis masih memantau pemulihan Zulkifli. Bantuan alat pernapasan juga belum dilepas karena kondisi paru-paru korban masih harus dipantau ketat.
“Pengaturan mesin ventilator akan diturunkan secara bertahap hingga alat bantu napas bisa dilepas,” ujar Abdul, Rabu, (3/6/2026).
Zulkifli sebelumnya menjalani operasi besar akibat luka tembak di bagian dada. Tim dokter melakukan tindakan pada rongga dada dan memasang alat bantu untuk mendukung proses pemulihan.
Laporan medis terbaru menyebut kondisi korban relatif stabil. Namun, proses pemulihan masih bergantung pada respons tubuh dan kemampuan korban bernapas secara mandiri.
Kasus penyerangan di area perusahaan itu masih ditangani kepolisian. Polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dan masih mengejar pihak lain yang diduga terlibat.
Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap pelaku penembakan dan pihak-pihak yang berada di balik penyerangan. Sejumlah korban lain dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena konflik lahan kembali berubah menjadi kekerasan terbuka. Area perusahaan yang seharusnya menjadi tempat kerja justru menjadi lokasi penyerangan bersenjata.
Penanganan kasus ini tidak cukup berhenti pada penetapan tersangka. Polisi perlu membuka akar konflik, aktor yang menggerakkan penyerangan, dan celah pengamanan yang membuat pekerja menjadi korban. (RHU)