JAKARTA, AFU.ID — Satu orang ditemukan meninggal dunia dalam reruntuhan rumah yang hancur akibat ledakan di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara. Tim SAR gabungan masih mencari dua korban lain yang diduga tertimbun material bangunan hingga Selasa (21/7/2026) pagi. Dari tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian, empat di antaranya berhasil selamat. Ledakan terjadi pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban meninggal ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB di bawah reruntuhan lantai dua dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Jenazah diduga berjenis kelamin perempuan, tetapi identitasnya masih diverifikasi petugas. Empat orang yang selamat terdiri dari Jeavelin yang berusia dua tahun, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir. Kondisi terkini masing-masing korban selamat belum diumumkan secara lengkap.
Kantor Basarnas Medan membagi personel gabungan menjadi tiga tim untuk mempercepat pencarian. Drone pendeteksi panas digunakan untuk mencari tanda keberadaan korban di bawah puing. Tim lain membuka akses pada titik yang diperkirakan menjadi lokasi dua korban tertimbun. Operasi juga melibatkan alat berat karena sebagian bangunan berlantai tiga tersebut ambruk dan menutup jalur masuk.
Ledakan berpusat di rumah bernomor 3B dan menyebabkan sekitar enam hingga tujuh rumah di sekitarnya mengalami kerusakan. Sejumlah kendaraan turut tertimpa material bangunan yang terlempar akibat kuatnya tekanan ledakan. Nilai kerugian materi belum diumumkan karena pendataan bangunan dan aset warga masih berlangsung. Area perumahan juga dibatasi untuk mencegah warga mendekati struktur yang rawan roboh.
Polisi menduga sementara ledakan dipicu kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah tanah. Dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena pemeriksaan sumber gas dan olah tempat kejadian masih dilakukan. Petugas memprioritaskan pencarian dua korban sebelum membersihkan seluruh puing dan menghitung kerusakan. Perkembangan jumlah korban akan diperbarui berdasarkan hasil resmi operasi SAR. (RHU)