JAKARTA, AFU.ID — Kasus pembakaran fasilitas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, terus berkembang. Polresta Banda Aceh menetapkan 10 tersangka baru, sehingga total tersangka dalam perkara ini menjadi 12 orang.
Penetapan tersangka baru dilakukan setelah penyidik memeriksa 35 saksi dan menggelar perkara. Polisi juga menganalisis rekaman video serta mengumpulkan alat bukti dari lokasi kejadian.
Kepala Satreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan 12 tersangka itu diduga terlibat dalam insiden perusakan dan pembakaran fasilitas Fakultas Pertanian USK. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (21/5/2026) dini hari.
“Kita telah memeriksa 35 orang saksi dan menetapkan sebanyak 12 orang sebagai tersangka,” kata Dizha di Banda Aceh, Selasa, (9/6/2026).
Sebelumnya, polisi telah menetapkan dua tersangka dari kalangan mahasiswa Fakultas Teknik. Keduanya berinisial WS yang disebut sebagai koordinator lapangan dan MAM yang diduga ikut melakukan penyerangan serta perusakan.
Dalam pengembangan perkara, polisi menetapkan 10 tersangka baru. Mereka berinisial MJ, AH, RA, AL, FA, MGA, TAJ, HF, IS, dan TKS.
Peran para tersangka disebut berbeda. Salah satu tersangka diduga menjadi pengarah penyerangan ke Fakultas Pertanian, sedangkan tersangka lain disebut melempar bom molotov dan merusak fasilitas kampus.
Delapan tersangka lainnya diduga ikut melakukan penyerangan dan pelemparan ke area Fakultas Pertanian. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam kerusuhan tersebut.
“Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut,” ujar Dizha.
Pembakaran fasilitas Fakultas Pertanian USK terjadi setelah bentrokan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Sejumlah fasilitas rusak dan terbakar, mulai dari gedung, pos pengamanan, laboratorium, hingga kendaraan.
Dalam laporan awal, polisi menyebut keributan antarmahasiswa berlangsung dalam dua hari sebelum memuncak pada Kamis dini hari. Setelah sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik terluka, massa diduga melakukan serangan balasan ke Fakultas Pertanian dengan batu dan bom molotov.
Insiden itu juga sempat mengganggu aktivitas akademik. USK menerapkan kuliah daring sementara bagi mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian pada 21–26 Mei 2026 untuk menjaga situasi kampus tetap kondusif.
Polisi memastikan penyidikan masih berjalan. Dizha meminta semua pihak menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu penyidikan. (RHU)