JAKARTA, AFU.ID — Enam koper berwarna hijau dibawa petugas saat Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjalani pemeriksaan di Mapolresta Surakarta setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Koper-koper itu disebut dibawa ke ruang pemeriksaan pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Etik sebelumnya menjalani pemeriksaan sejak Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Belum ada keterangan resmi mengenai isi koper tersebut. KPK juga belum menjelaskan apakah koper itu berkaitan langsung dengan perkara dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. Etik keluar dari Mapolresta Surakarta pada Jumat pagi. Ia terlihat mengenakan atasan hitam putih, celana jeans, dan masker.
Etik tidak menjawab pertanyaan awak media saat meninggalkan lokasi pemeriksaan. Ia langsung masuk ke bus yang telah disiapkan di halaman Mapolresta Surakarta. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim mengamankan lima orang dalam OTT di wilayah Solo Raya. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Sukoharjo Etik Suryani. “Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo,” kata Budi kepada wartawan, Jumat.
Budi menyebut para pihak yang diamankan lebih dulu menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta. Mereka kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. KPK menyebut perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. Namun, KPK belum memerinci konstruksi perkara, isi koper yang dibawa petugas, maupun peran pihak-pihak yang diamankan. (RHU)