JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah gejala kanker kerap disalahartikan sebagai gangguan kesehatan ringan sehingga banyak pasien baru terdiagnosis setelah penyakit berkembang ke stadium lebih lanjut. Dokter mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan keluhan yang menetap, terus berulang, atau semakin memburuk meski terlihat sepele.
Dokter spesialis onkologi medis di Max Super Speciality Hospital Patparganj, India, Dr. Sameer Khatri, mengatakan kanker tidak selalu diawali benjolan atau nyeri hebat. Banyak jenis kanker justru berkembang perlahan dengan gejala yang menyerupai penyakit sehari-hari.
"Sebagian besar gejala memang lebih sering disebabkan kondisi yang tidak berbahaya dibandingkan kanker. Namun, gejala yang menetap, semakin memburuk, atau terus berulang tidak boleh diabaikan," kata Khatri, dikutip dari Hindustan Times, Jumat (27/6/2026).
Salah satu gejala yang perlu diwaspadai ialah batuk yang tidak kunjung sembuh. Menurut Khatri, batuk lebih dari tiga minggu yang disertai darah atau sesak napas dapat menjadi tanda kanker paru-paru maupun kanker laring, terutama pada perokok.
Gangguan lambung yang berlangsung terus-menerus juga tidak boleh dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Rasa asam lambung yang menetap atau sensasi makanan tersangkut saat menelan dapat mengarah pada kanker lambung maupun kanker kerongkongan.
Khatri menyarankan pasien segera menjalani pemeriksaan lanjutan apabila keluhan tidak membaik setelah mengonsumsi obat. Pemeriksaan seperti endoskopi diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.
Penurunan berat badan tanpa diet maupun peningkatan aktivitas fisik juga menjadi tanda yang patut diwaspadai. Kehilangan sekitar 5-10 persen berat badan dalam beberapa bulan tanpa penyebab jelas dapat berkaitan dengan kanker darah, paru-paru, pankreas, maupun lambung.
Selain itu, perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, seperti diare, sembelit, perut kembung, munculnya darah pada tinja, atau anemia tanpa sebab jelas dapat menjadi gejala kanker kolorektal. Keluhan tersebut sebaiknya tidak dibiarkan berlarut tanpa pemeriksaan medis.
Rasa lelah yang terus muncul meski sudah cukup beristirahat juga dapat menjadi sinyal awal kanker. Kondisi itu terutama perlu diwaspadai bila disertai anemia, infeksi berulang, atau penurunan berat badan karena dapat berkaitan dengan limfoma, leukemia, maupun kanker kolorektal.
Khatri turut mengingatkan agar sariawan, bercak merah atau putih di rongga mulut, serta luka pada kulit yang tidak sembuh selama lebih dari dua minggu segera diperiksakan. Menurutnya, deteksi dini tetap menjadi kunci utama untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker.
"Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," tutup Khatri. (ANT/RAI)