JAKARTA, AFU.ID — Mata yang sering berair tidak selalu menandakan kondisi mata yang sehat. Dalam sejumlah kasus, kondisi tersebut justru bisa menjadi tanda mata kering, terutama pada orang yang terlalu lama menatap layar digital atau sering terpapar polusi udara.
Dokter spesialis mata dari Marengo Asia Hospitals Gurgaon, Dr. Shibal Bhartiya, mengatakan banyak orang menganggap mata berair dan mata kering sebagai dua kondisi yang saling bertolak belakang. Padahal, keduanya dapat terjadi secara bersamaan akibat gangguan pada lapisan air mata.
Menurut Bhartiya, kebiasaan menatap layar ponsel, komputer, atau perangkat digital dalam waktu lama membuat frekuensi berkedip berkurang drastis. Akibatnya, lapisan pelindung mata lebih cepat menguap dan kelenjar minyak pada kelopak mata menjadi lebih mudah tersumbat.
Kondisi tersebut dapat diperparah oleh paparan polusi udara, penggunaan pendingin ruangan (AC), hingga aktivitas perjalanan yang panjang setiap hari. Faktor-faktor itu membuat permukaan mata lebih rentan mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan air mata tidak hanya terdiri atas cairan, melainkan tersusun dari tiga komponen utama, yakni minyak, air, dan lendir atau mukus. Ketiga unsur tersebut bekerja menjaga permukaan mata tetap lembap dan stabil.
Ketika keseimbangan lapisan air mata terganggu, mata akan mengirimkan sinyal ke otak sebagai respons terhadap iritasi. Otak kemudian memerintahkan produksi air mata dalam jumlah besar sebagai mekanisme perlindungan.
“Respons ini bersifat reaktif dan berlebihan, tetapi tidak banyak membantu dalam memberikan pelumasan yang sebenarnya. Akibatnya, mata bisa mengalami kekeringan sekaligus berair secara bersamaan,” ujar Bhartiya dikutip Hindustan Times pada Senin (22/6/2026)
Beberapa gejala mata kering yang perlu diwaspadai antara lain mata berair yang semakin sering muncul pada malam hari, sensasi perih atau terbakar, penglihatan kabur yang membaik setelah berkedip, dan meningkatnya sensitivitas terhadap angin atau udara dari AC. Selain itu, mata yang mudah lelah meski sudah cukup beristirahat juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada lapisan air mata.
Untuk mengurangi keluhan, Bhartiya menyarankan penggunaan kompres hangat pada kelopak mata, konsumsi asam lemak omega-3, dan mengurangi durasi menatap layar. Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan diri berkedip secara sadar saat menggunakan perangkat digital.
Apabila gejala berlangsung lebih dari dua minggu, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter mata. Pemeriksaan menyeluruh dinilai lebih tepat dibanding hanya mengandalkan obat tetes mata yang dibeli secara mandiri. (ANT/RAI)