Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Usulan penerapan tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200 ribu per bulan dinilai dapat menjadi solusi untuk meringankan biaya transportasi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut setiap hari. Skema tersebut disebut lebih menguntungkan apabila rencana kenaikan tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan diterapkan.
Pengamat transportasi, Deddy Herlambang, mengatakan tarif berlangganan dapat menjembatani selisih antara tarif layanan dan kemampuan masyarakat membayar ongkos transportasi. Menurutnya, pengguna harian akan memperoleh biaya perjalanan yang lebih hemat dibandingkan membayar tarif reguler setiap kali menggunakan layanan Transjakarta. "Ini adalah solusi gap tarif ekonomis bagi pengguna harian Transjakarta bila memang tarif itu akan naik dinilai agak berat," kata Deddy, Senin (6/7/2026).
Deddy menjelaskan, apabila tarif reguler menjadi Rp5.000, penumpang yang bepergian pulang pergi setiap hari kerja harus mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per hari. Dengan asumsi digunakan selama 25 hari kerja dalam sebulan, total pengeluaran mencapai sekitar Rp250 ribu. Melalui skema berlangganan senilai Rp200 ribu per bulan, pengguna diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp50 ribu dibandingkan menggunakan tarif reguler.
Menurut Deddy, mekanisme tersebut berpotensi mendorong masyarakat untuk lebih rutin menggunakan transportasi umum. "Dengan harga berlangganan, tentunya tiap bulan akan lebih murah dibandingkan dengan tarif harian," ujarnya. Sebelumnya, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan paket langganan Transjakarta sebesar Rp200 ribu per bulan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler menjadi Rp5.000 untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, dan Mikrotrans yang telah terintegrasi.
DTKJ menghitung besaran tarif langganan tersebut berdasarkan asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja setiap bulan. Dari total biaya reguler sekitar Rp250 ribu, pengguna paket langganan diusulkan memperoleh potongan sekitar 20 persen sehingga cukup membayar Rp200 ribu per bulan. (RAI)