Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 berhasil mencapai total transaksi sebesar Rp26,8 triliun, melibatkan lebih dari 20.000 tenant ritel, dan berlangsung dari 10 Juni hingga 22 Juli 2026. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi di Jakarta meskipun masih dalam konteks tekanan ekonomi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi ibu kota yang tercatat sebesar 5,59% secara tahunan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya festival ini dalam mendukung pemasaran produk lokal dan UMKM, serta berambisi menjadikan FJGS sebagai festival berkelas internasional untuk memperkuat posisi Jakarta di kancah global.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengunjungi salah satu tenant di FJGS 2026. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
JAKARTA, AFU.ID — Total transaksi dalam Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 mencapai sekitar Rp26,8 triliun selama penyelenggaraan pada 10 Juni-22 Juli 2026. Nilainya terdiri atas Rp16,8 triliun dari 104 pusat perbelanjaan dan Rp10 triliun dari sektor ritel luar mal. Capaian itu menunjukkan aktivitas konsumsi di ibu kota tetap bergerak, sekalipun tekanan ekonomi masih memengaruhi daya beli masyarakat.
Melansir website Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta, Minggu (26/7/2026), penyelenggaraan FJGS 2026 juga mencatat peningkatan transaksi pusat perbelanjaan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan capaian itu memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi ibu kota. Ia menilai, festival belanja itu juga berperan dalam memperluas pemasaran produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, nilai transaksi di pusat perbelanjaan meningkat sekitar 5% ketimbang penyelenggaraan FJGS 2025. Pada periode sebelumnya, transaksi pusat perbelanjaan tercatat Rp15,98 triliun dengan jumlah peserta yang lebih terbatas. Tahun ini, lebih dari 20.000 tenant ritel terlibat dalam rangkaian kegiatan.
“FJGS bukan sekadar agenda diskon dan promosi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga optimisme dunia usaha. Juga untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperluas pemasaran produk lokal dan UMKM. Termasuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata budaya, kuliner, hiburan, dan belanja,” ungkap Pramono Anung.
Peningkatan aktivitas belanja tersebut pun berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,59% secara tahunan (year on year/Y-on-Y). Data triwulan I 2026 menunjukkan sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 18,06%. Angka itu memperlihatkan konsumsi dan perdagangan tetap menjadi penggerak penting ekonomi perkotaan.
Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Ritel Dukung Peningkatan Transaksi FJGS 2026
Pemprov DKI Jakarta sendiri memberikan pembebasan pajak reklame kepada 104 mal atau pusat perbelanjaan serta pelaku ritel peserta FJGS 2026. Kebijakan mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025 dan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan perdagangan. Pemprov DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang berhasil mengembangkan inovasi dan mendukung pemasaran produk lokal.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), UMKM, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemangku kepentingan lainnya. Gubernur Pramono menargetkan FJGS berkembang menjadi festival belanja berkelas internasional untuk mendukung ambisi Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030. “Target jangka panjang ini mengarah untuk bisa membawa Jakarta masuk 20 besar kota global pada 2045 mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Mualim Wijoyo selaku Ketua Pelaksana FJGS 2026 mengatakan kegiatannya telah memperluas fungsi pusat perbelanjaan sebagai ruang interaksi masyarakat. Ia menyebut antusiasme pengunjung mulai meningkat sejak sepekan sebelum puncak acara, terutama karena bertepatan dengan masa libur sekolah. Menurutnya, aktivitas itu turut memberikan dampak ekonomi kepada kawasan sekitar ibu kota.
Dengan nilai transaksi yang mencapai Rp26,8 triliun, FJGS 2026 menunjukkan bahwa festival belanja dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi ketika melibatkan jaringan ritel yang luas. Namun, keberlanjutan dampaknya akan ditentukan oleh kemampuan penyelenggara menjaga daya beli, memperkuat produk lokal, dan memastikan pertumbuhan transaksi tidak berhenti sebagai lonjakan konsumsi musiman. (ADR)