JAKARTA, AFU.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat diperkirakan bergerak fluktuatif seiring penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global menyusul rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif setelah penutupan perdagangan hari ini.
IHSG dibuka turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke level 6.112,77. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 10,51 poin atau 1,69 persen ke posisi 609,89.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Ratna menjelaskan, pemberlakuan efektif rebalancing indeks MSCI berpotensi memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusi global yang mengikuti indeks tersebut.
“Sehingga, dapat menyebabkan aksi jual masif terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI serta memicu kenaikan volatilitas pasar,” ujar Ratna.
Dari dalam negeri, pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nikel. Salah satu opsi yang dibahas yakni pemberian insentif PPN ditanggung pemerintah dengan besaran antara 40 persen hingga 100 persen.
Skema insentif untuk baterai berbasis nikel dan non-nikel akan dibedakan, dengan kendaraan listrik berbasis nikel diperkirakan mendapat insentif lebih besar. Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan sehingga implementasinya ditunda selama satu bulan.
Kebijakan itu dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten yang memproduksi baterai kendaraan listrik berbahan nikel.
Dari eksternal, sentimen pasar turut dipengaruhi laporan mengenai peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama 60 hari yang dinilai dapat meredakan sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Walau belum mendapat persetujuan final dari Presiden AS Donald Trump, perkembangan negosiasi tersebut disambut positif oleh pelaku pasar.
Harga minyak dunia juga bergerak variatif dengan volatilitas yang mulai mereda, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi stabilisasi pasokan energi global.
Pada perdagangan Kamis (28/05), mayoritas bursa saham Eropa ditutup melemah. Euro Stoxx 50 turun 0,27 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,75 persen, DAX Jerman terkoreksi 0,34 persen, dan CAC 40 Prancis turun 0,23 persen.
Sebaliknya, Wall Street ditutup menguat dengan indeks Dow Jones naik 0,05 persen, S&P 500 menguat 0,58 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,84 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia pada Jumat pagi bergerak bervariasi. Indeks Nikkei menguat 1.195,38 poin atau 1,85 persen ke level 65.888,50, Hang Seng naik 68,34 poin atau 0,27 persen ke 25.074,50, dan Strait Times menguat 36,54 poin atau 0,73 persen ke 5.025,73. Adapun indeks Shanghai melemah 18,31 poin atau 0,45 persen ke posisi 4.080,32. (ANT/FAD)