AFU.id

FIFA Bakal Jual Saham Bisnis Piala Dunia Rp361 Triliun, Adik Menantu Trump Masuk Bursa Investor

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

FIFA berencana menjual saham minoritas dari FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan yang akan mengelola bisnis Piala Dunia dan kompetisi lainnya, dengan nilai estimasi mencapai sekitar Rp361 triliun. Joshua Kushner, adik menantu Donald Trump, melalui perusahaannya Thrive Eternal, menjadi salah satu calon investor dalam penawaran ini, di mana FIFA menargetkan pengumpulan dana hingga Rp75 triliun pada 2026. Meskipun UEFA menolak rencana ini dengan alasan bahwa sepak bola tidak dapat diperlakukan sebagai aset komersial, FIFA menegaskan bahwa kendali atas keputusan sepak bola tetap berada di tangan mereka, dan dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan program sepak bola di seluruh dunia.

FIFA Bakal Jual Saham Bisnis Piala Dunia Rp361 Triliun, Adik Menantu Trump Masuk Bursa Investor
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat upacara pemberian penghargaan setelah pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026. ANTARA/Xinhua/Jia Haocheng/aa.

UEFA Tolak Penjualan Saham

UEFA menolak rencana FIFA memasukkan investor swasta ke perusahaan yang mengelola bisnis kompetisi. Badan sepak bola Eropa itu menyatakan sepak bola tidak dapat diperlakukan sebagai aset untuk diperjualbelikan. “Ini bukan sesuatu yang bisa dijual FIFA. Tidak seorang pun dari kita adalah pemilik sepak bola,” demikian pernyataan UEFA.

UEFA juga mempertanyakan pihak yang nantinya memperoleh keuntungan dari FFE. FIFA dinilai belum menjelaskan secara terbuka susunan kepemilikan, hak pemegang saham, dan keuntungan yang akan diterima investor. “Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan, terlebih tanpa transparansi mengenai siapa yang memperoleh keuntungan finansial,” kata UEFA.

FIFA menyatakan masuknya investor tidak akan memberikan kewenangan untuk mengatur pertandingan atau kompetisi. Kendali terhadap keputusan sepak bola tetap dipertahankan oleh FIFA. Rencana pembentukan FFE diumumkan setelah FIFA membukukan pendapatan sekitar 12 miliar dollar AS atau Rp217 triliun dari Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Infantino telah menyampaikan garis besar pembentukan perusahaan kepada anggota FIFA dalam pertemuan di Manhattan pada 18 Juli 2026. Pertemuan berlangsung menjelang pertandingan final Piala Dunia. Rencana tersebut bukan upaya pertama Infantino menggandeng investor swasta. Pada 2018, ia pernah mengusulkan kerja sama senilai 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp452 triliun bersama SoftBank. Kerja sama itu disiapkan untuk mengembangkan sejumlah kompetisi baru, termasuk perubahan format Piala Dunia Antarklub. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi