I.League telah mencabut larangan suporter tandang yang berlaku selama empat musim, memperbolehkan mereka hadir di stadion saat timnya bertanding tandang mulai musim depan, setelah mendapatkan persetujuan dari FIFA. Meskipun demikian, kehadiran suporter tetap diatur dengan persyaratan tertentu terkait pengamanan dan pembelian tiket yang telah diverifikasi oleh kepolisian. Pertandingan dengan rivalitas tinggi, seperti Arema FC melawan Persebaya dan Persija melawan Persib, masih dapat mengharuskan larangan kehadiran suporter tamu, bergantung pada kondisi keamanan yang dinilai oleh pihak kepolisian.
Sejumlah suporter mendukung Persebaya dan Persija saat pertandingan pekan ke-11 BRI Liga 1 Indonesia di Stadion GBT Surabaya, Jumat (22/11/2024) sore. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
JAKARTA, AFU.ID — Setelah empat musim diberlakukan, larangan suporter tandang akhirnya dicabut. Operator kompetisi I.League memastikan pendukung klub dapat kembali hadir langsung di stadion saat tim kesayangannya menjalani pertandingan tandang pada musim depan. Aturan tersebut sebelumnya diberlakukan sejak Liga 1 2022/2023 setelah Tragedi Kanjuruhan.
Selama penerapannya, suporter dilarang mendukung klubnya secara langsung ketika bermain di kandang lawan. Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan pencabutan aturan tersebut telah mendapat persetujuan FIFA. Namun, kembalinya suporter tandang disertai sejumlah persyaratan yang wajib dipatuhi klub dan pendukung.
"Kami sudah menyampaikan proposal dan purpose kami kepada FIFA, kemudian FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub," kata Ferry kepada wartawan, Selasa (11/8/2026). Ferry mengatakan sistem pengamanan dan pembelian tiket juga telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi masalah saat suporter tandang kembali diperbolehkan hadir.
I.League menerapkan sistem baru dalam pembelian tiket yang telah diverifikasi oleh kepolisian. Sistem tersebut sudah diperkenalkan kepada klub dan sebelumnya menjalani tahap uji coba. Menurut Ferry, pembenahan sejumlah infrastruktur juga menjadi bagian dari persiapan untuk mengembalikan kehadiran suporter tandang di stadion. "Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga. Dengan demikian, keberadaan suporter away ini bisa terus berjalan," ujarnya.
Meski larangan secara umum dicabut, I.League tidak memberikan kebebasan penuh bagi suporter untuk hadir di seluruh laga tandang. Pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi masih dapat digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu. Kebijakan tersebut akan ditentukan berdasarkan kondisi keamanan dan informasi dari kepolisian.
Ferry mencontohkan pertandingan Arema FC melawan Persebaya serta Persija melawan Persib sebagai laga yang berpotensi mendapat pembatasan. "Untuk digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away," kata Ferry.
Ia mengatakan keputusan untuk melarang suporter tandang dalam pertandingan tertentu tetap akan mengacu pada indikator keamanan dari kepolisian. "Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir," ujarnya.(FAD)